Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Eksperimental Pengaruh Konsentrasi Bubuk Lidah Buaya sebagai Additive Polymer pada Filtration Loss dan Sifat Rheologi Lumpur Pemboran Fhiestio Tarsis Matasik; Risna Risna; M. Nur Mukmin
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4252

Abstract

Lumpur pemboran merupakan salah satu faktor penting dalam operasi pemboran karena berpengaruh terhadap kecepatan pemboran, efisiensi, keselamatan kerja, dan biaya operasional. Penambahan bahan aditif alami seperti lidah buaya diharapkan dapat menjadi alternatif ramah lingkungan dalam meningkatkan performa lumpur pemboran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, studi laboratorium dengan menambahkan serbuk lidah buaya ke dalam lumpur dasar dengan variasi konsentrasi tertentu, yaitu 1 gram, 2 gram, 3 gram, dan 4 gram. Pengujian dilakukan untuk mengetahui parameter sifat reologi seperti plastic viscosity, yield point, dan gel strength, serta nilai filtration loss menggunakan standar pengujian API. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lidah buaya mempengaruhi sifat reologi lumpur pemboran, di mana terjadi perubahan pada nilai viskositas dan yield point seiring bertambahnya konsentrasi aditif. Selain itu, nilai filtration loss mengalami penurunan, yang menunjukkan kemampuan lidah buaya dalam membentuk lapisan filtrasi (filter cake) yang lebih baik. Namun, pada konsentrasi tertentu, penambahan lidah buaya dapat menyebabkan penurunan berat jenis lumpur (mud weight). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lidah buaya berpotensi digunakan sebagai bahan aditif alami dalam lumpur pemboran karena mampu meningkatkan sifat rheologi dan mengurangi filtration loss, sehingga dapat mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasi pemboran.
Analisis Minimum Thickness dan Critical Area pada Tubing Head Adapter 11” 5K X 7-1/16 “ 5K untuk Optimalisasi Wellhead API 6A Yosua Mangawin Pasinggi; Jan Friadi Sinaga; M. Nur Mukmin
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 8 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i8.4267

Abstract

Tubing Head Adapter merupakan komponen krusial pada sistem Wellhead yang berfungsi untuk menghubungkan tubing Head dengan bagian bawah Blow Out Preventer (BOP) melalui flange. Desain tubing head Adapter harus mampu menahan yield strength hingga 5000 psi sampai 75000 Psi sesuai standar API 6A, serta beban mekanis lain yang muncul selama kondisi operasi. Adapun tujuan dari penelitian ini menghitung maksimum material pada Tubing Head Adapter, menghitung minimum thickness Tubing Head Adapter 11” 5000 Psi dan 7 1/16” 5000 Psi, dan menghitung Critical Area Tubing Head Adapter 11” 5000 Psi dan 7 1/16” 5000 Psi. Sebelum merancang/mendesain suatu Tubing Head Adapter hal pertama yang dilakukan adalah menghitung desain yang digunakan dan material yang digunakan kemudian menghitung Minimum Thickness dan Critical Area. Berdasarkan hasil perhitungan desain yang digunakan dan material yang digunakan adalah untuk perhitungan desain yang digunakan didapatkan hasil sebesar 67.500 psi dan material yang digunakan didapat hasil sebesar 82.890 Psi. Berdasarkan hasil yang didapatkan diperhitungkan Minimum Thickness material desain 11” 5000 Psi adalah sebesar 0.257” sedangkan Minimum Thickness material actual sebesar 0,207” untuk 7-1/16 “ 5000 Psi Minimum Thickness material desain sebesar 0.213”  sedangkan Minimum Thickness material actual sebesar 0.172” untuk perhitungan critical area flange  11” 5000 Psi sebesar T1 1,31 dan T2 3,55 dan perhitungan critical area Tubing Head Adapter 7-1/16 “ 5000 psi sebesar T1 1.875” dan T2 1,835”.
Studi Laboratorium Penambahan Tepung Umbi Porang Terhadap Filtration Loss dan Rheology Lumpur Pemboran Risaldi; M. Nur Mukmin; Markus Lumbaa; Baiq Maulinda Ulfah
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i8.583

Abstract

Kehilangan filtrat yang berlebihan pada lumpur pemboran berbasis air (water-based mud/WBM) dapat menyebabkan penurunan fraksi cairan lumpur, yang berpotensi menimbulkan kerusakan formasi (formation damage) berupa penurunan permeabilitas dan porositas di sekitar zona sumur, sehingga mengakibatkan penurunan tingkat produksi hidrokarbon. Permasalahan ini mendorong perlunya eksplorasi bahan aditif alami yang efektif dan ekonomis untuk mengendalikan filtration loss tanpa mengorbankan kestabilan sifat rheology lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung umbi porang (Amorphophallus konjac) terhadap karakteristik rheology dan filtration loss lumpur pemboran berbasis air. Pengujian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan empat variasi sampel, yaitu 0 gram (kontrol), 2 gram, 4 gram, dan 6 gram tepung umbi porang, dengan prosedur pengujian mengacu pada standar American Petroleum Institute (API 13B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung umbi porang berpotensi menurunkan filtration loss dari 8,2 ml menjadi 5,1 ml pada konsentrasi 6 gram, yang mengindikasikan kemampuan pembentukan mud cake yang lebih efektif dan tipis. Pengaruh terhadap rheology terlihat pada peningkatan Plastic Viscosity dari 21 cP menjadi 49 cP dan Yield Point dari 15 lbs/100ft² menjadi 80 lbs/100ft², yang mengindikasikan peningkatan viskositas lumpur dan daya angkat serbuk bor (cutting) selama proses pemboran. Selain itu, Gel Strength meningkat dari 0,52 lbs/100ft² menjadi 0,66 lbs/100ft², serta nilai pH mengalami sedikit penurunan dari 10,7 menjadi 10,52. Konsentrasi optimal untuk menjaga keseimbangan sifat rheology berada pada rentang 2–4 gram, sedangkan penurunan filtration loss yang paling efektif diperoleh pada penambahan 6 gram tepung umbi porang, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai aditif alami pengendali filtration loss pada lumpur pemboran berbasis air.