Yovita Grasia
Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh AI Anxiety Terhadap Turnover Intention Karyawan dengan Psychological Safety sebagai Variabel Intervening Sunarto Sunarto; Rika Anggraeni Hastuti; Christin Melany Sunur; Yovita Grasia; Florentina Fety; Muhammad Alif Baihaki
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.6171

Abstract

Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat telah membawa perubahan besar pada dunia kerja. Meskipun penerapan AI ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas, kehadirannya juga menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan pada karyawan yang dikenal sebagai AI Anxiety. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait kemungkinan kehilangan pekerjaan serta ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan Turnover Intention atau keinginan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh AI Anxiety terhadap Turnover Intention serta menganalisis peran Psychological Safety sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan pada perusahaan yang telah mengimplementasikan teknologi AI, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI Anxiety berpengaruh positif dan signifikan terhadap Turnover Intention, serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Psychological Safety. Selain itu, Psychological Safety terbukti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Turnover Intention serta mampu memediasi hubungan antara kecemasan terhadap AI dan keinginan untuk berpindah kerja. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa rasa aman secara psikologis menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak negatif transformasi teknologi terhadap upaya mempertahankan karyawan dalam organisasi.