Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat telah membawa perubahan besar pada dunia kerja. Meskipun penerapan AI ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas, kehadirannya juga menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan pada karyawan yang dikenal sebagai AI Anxiety. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait kemungkinan kehilangan pekerjaan serta ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan Turnover Intention atau keinginan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh AI Anxiety terhadap Turnover Intention serta menganalisis peran Psychological Safety sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan pada perusahaan yang telah mengimplementasikan teknologi AI, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI Anxiety berpengaruh positif dan signifikan terhadap Turnover Intention, serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Psychological Safety. Selain itu, Psychological Safety terbukti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Turnover Intention serta mampu memediasi hubungan antara kecemasan terhadap AI dan keinginan untuk berpindah kerja. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa rasa aman secara psikologis menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak negatif transformasi teknologi terhadap upaya mempertahankan karyawan dalam organisasi.