Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prioritas Kebutuhan Perangkat Lunak menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP): Studi Kasus Platform Sky-up Synergy Zawawi, Nur Rochmat; Saputra, Mochamad Chandra
Jurnal Pengembangan Teknologi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 5 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan keputusan prioritas kebutuhan di startup sering berjalan secara ad-hoc dan reaktif. Pada Sky-up Synergy, hal ini terindikasi memicu context switching ekstrem dan penumpukan technical debt. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu menganalisis mekanisme penentuan prioritas kebutuhan serta mengekstraksi kandidat kriteria dan alternatif, menghasilkan susunan prioritas kebutuhan berskala besar (Large Change Request) menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dan mengevaluasi stabilitas hasil keputusan melalui analisis sensitivitas. Melalui studi kasus tunggal dengan desain Sequential Exploratory, data kualitatif digali menggunakan document review, wawancara, dan focus group bersama CEO, COO, dan Lead Developer yang berhasil mengekstraksi 4 kriteria dan 7 alternatif. Data tersebut divalidasi dengan pencocokan pola dan triangulasi sumber. Data penilaian perbandingan berpasangan diukur konsistensi logisnya melalui perhitungan Consistency Ratio (CR), dengan seluruh penilaian dinyatakan konsisten (CR ≤ 0,1) dan kemudian diagregasi dengan rata-rata geometrik (geometric mean). Hasil AHP menetapkan Usaha dan Keterbatasan Sumber Daya (K3) sebagai kriteria prioritas utama (44,22%). Sintesis tujuh alternatif menempatkan Implementasi Google OAuth (A1) di peringkat pertama (25,18%), disusul Platform Refactoring & Maintenance (A7) (23,93%). Analisis sensitivitas menunjukkan hasil pemeringkatan AHP stabil terhadap perubahan kapasitas tim (K3), namun menunjukkan sensitivitas pada skenario tekanan bisnis ekstrem (K1), penyelesaian utang teknis secara matematis naik ke prioritas pertama demi mencegah kelumpuhan operasional sistem.