Nuraida, Nia
Darussalam Institute For Islamic Studies

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN SAINS MELALUI PENDEKATAN EKSPLORASI LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK ANAK USIA DINI Ai Ina Marlina; Nia Nuraida; Soni Samsu Rizal
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science is an activity of experimenting or experimenting through observation to find out something. Experiments are the most exciting door to enter the world of science. By experimenting while playing freely children can explore to strengthen the things that are already known and discover new things. Exploring will provide opportunities for children to understand and take advantage of the roaming in the form of; broader and more tangible information insights, fostering a child's sense of curiosity about something he has just discovered. At TK PGRI Dharma Bakti children's science knowledge about the surrounding environment is less developed. This is due to the lack of experience of children in terms of their real knowledge about the environment. Also because of the lack of interest in children towards Science. This study aims to determine the objective conditions of students' science knowledge before using an environmental exploration approach in Group B of the PGRI Kindergarten Dharma Bakti Lumbung District Ciamis District, to determine the process of learning science by using an environmental exploration approach in the Group B of the PGRI Kindergarten Dharma Bakti Kindergarten, Lumbung District, Ciamis Regency and To increase knowledge of Science through the exploration approach of the surrounding environment in group B TK PGRI Dharma Bakti, Lumbung District, Ciamis Regency. This research was conducted with Classroom Action Research. The subject of the research was kindergarten students PGRI Dharma Bakti group B consisting of 10 children, the data analysis technique used was descriptive percentages and descriptive activities of students. The validity of the data uses an observation sheet. Increased science knowledge of kindergarten students PGRI Dharma Bakti through learning with exploration methods around the environment has been proven by observations on the activeness of students in expressing their scientific knowledge in cycles I, II and III. In the first cycle, the percentage of completeness was 40% on the calculation of 3 BBs, 3 MBs, 2 BSH people and 2 BSB people. cycle II completeness percentage is 58% on the calculation of 2 people BB, 2 people MB, 2 people BSH and 4 people BSB. in cycle III the percentage of completeness was 78% on the calculation of 1 BB, 1 MB, 4 BSH and 4 BSB. Kindergarten children PGRI Dharma Bakti looks easy to mention their science knowledge by learning through exploration methods of the surrounding environment. Based on observations from cycle I, cycle II and cycle III it can be concluded that the method of exploration of the surrounding environment can increase the science knowledge of kindergarten students PGRI Dharma Bakti Lumbung District Ciamis Regency
FUNGSI MEMBACA DALAM KONSEP PENDIDIKAN ISLAM (Studi Analisis Terhadap Tafsir Alquran Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 dalam Tafsir Jâmi’ul-Bayâni Fî Ta’wîl Alqurân karya Ath-Thabari) Nia Nuraida; Lilis Nurteti
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.926 KB)

Abstract

Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Belum ada sejarah yang tercatat di dunia bahwa seorang yang cerdas, memiliki daya intelektual tinggi, padahal tidak suka dengan membaca, atau pengetahuan yang didapatkan dari berdiam diri.. Betapa luas ilmu Allah SWT dan betapa sempit ilmu yang dimiliki manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah library research. Data-data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis melalui beberapa tahapan di antaranya pemprosesan data (unityzing), data-data yang terkumpul dapat dikelompokkan, setelah itu data ditafsirkan dan dianalisis. Setelah melakukan analisis data, penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Penafsiran surat al-‘Alaq ayat 1-5 bahwa perintah membaca yang diterangkan dalam kitab tafsir Ath-Thabari ini dimaksudkan agar kita banyak membaca, menelaah, memerhatikan alam raya, serta membaca kitab yang tertulis dan tidak tertulis dengan rangka mempersiapkan diri terjun ke masyarakat serta menjadi manusia yang berilmu, beriman, bertaqwa dan dapat mengamalkan ilmu yang kita peroleh sesuai dengan ajaran agama Islam. 2) Fungsi membaca dalam konsep pendidikan Islam menurut surat al-Alaq ayat 1-5 ini adalah : Menambah pengetahuan intelektual dan menambah keimanan bahwa ilmu Allah SWT sangat luas dan pengetahuan manusia sangatlah sempit. Dengan sering membaca maka manusia akan menjadi manusia yang berilmu dan beriman.
PERAN MAJELIS TA’LIM DALAM MEMBENTUK KECERDASAN EMOSIONAL ANAK (Penelitian di majelis Ta’lim Nahjussalam Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis) Nia Nuraida; Lilis Nurteti
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.923 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran majelis ta’lim dalam membentuk kecerdasan emosional anak. Kecerdasan emosional merupakan hal yang paling penting yang harus ditanamkan pada diri anak sejak dini, kecerdasan emosiona lpun sudah ada sejak masa kelahiran, pada tahap berikutnya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, materi pembelajaran yang dipakai di majelis ta’lim Nahjussalam Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis adalah al-Qur'an, Iqra, Imla, Kitab Al-Akhlaq li al-Banan, Tajwid, Kitab Syafinah, Kitab Tijan, Kitab Sulammutaufik, Kitab Hadits Al-Arba’in, Praktik Shalat dan bacaannya, do’a-do’a, Kitab Ta’limul muta’alim dan Hafalan Surat-surat Pendek. Kedua, metode pelaksanaan pembelajaran di majelis ta’lim Nahjussalam adalah ceramah, sorogan, tanyan jawab dan hafalan. Ketiga, peran majelis ta’lim dalam membentuk kecerdasan emosional anak adalah merupakan tempat pendidikan yang mempunyai pesan tersirat dalam setiap pembelajaran, menanamkan sikap akan adanya hal-hal yang gaib dan mulai muncul tanggung jawab kepada dirinya dan orang lain, sebagai wadah pendidikan agama, tempat bersilaturahmi, mewadahi setiap aktivitas kegiatan anak dan sebagai wadah untuk membina dan mengembangkan kehidupan beragama dalam rangka membentuk masyarakat yang bertakwa kepada Allah swt.
KONSEP PROFESIONALISME GURU MENURUT ALQURAN SURAT AL-BAQARAH AYAT 247 (Studi Analisis terhadap Tafsir Ibnu Katsir) Nia Nuraida; Lilis Nurteti
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.934 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru bagi pendidikan. Baik buruknya pendidikan tergantung bagaimana seorang guru bisa memanifestasikan dan mengaplikasikan sumbangsihnya ke dalam lembaga formal maupun nonformal. Pada kenyataannya, profesi guru pada saat ini masih banyak dibicarakan orang, atau masih saja dipertanyakan orang, baik di kalangan para pakar pendidikan maupun di luar pakar pendidikan.. Hal ini sangat menarik penulis untuk mengetahui lebih dalam tentang konsep yang harus dimiliki oleh guru sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode content analysis, karena penelitian ini menganalisis interpretasi Ismail bin Katsir terhadap Alquran surat al-Baqarah ayat 247 dalam tafsir Ibnu Katsir. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Data-data yang terkumpul lalu dianalisis dengan pemprosesan satuan, kategorisasi, dan penafsiran data. Hasil dari penelitian tentang konsep profesionalisme guru menurut Alquran surat al-Baqarah ayat 247 dalam tafsir Ibnu Katsir adalah sebagai berikut: a) seorang guru harus kuat secara fisik, sehingga mampu mengajar peserta didik dengan sempurna; b) seorang guru harus benar-benar berpengetahuan luas, kuat dalam mengkaji, dan memiliki pemahaman mendalam; c) seorang guru harus meningkatkan dalam menjaga kesehatan tubuhnya, seorang guru harus mengembangkan kemampuan dan keterampilan fisiknya menuju pada pencapaian tubuh yang kuat atau fit; d) seorang guru harus bertakwa kepada Allah. Supaya dapat menumbuhkan karakter rendah hati dan optimistik. Kesimpulannya adalah seorang guru itu hendaklah memiliki sifat-sifat sebagai berikut: a) Kekuatan fisik; b) Ilmu pengetahuan yang luas; c) Kesehatan jasmani dan rohani; d) Bertakwa kepada Allah.
DEVELOPMENT OF RELIGIOUSNESS IN EARLY CHILDHOOD THROUGH FAMILY ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Nia Nuraida
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 7 No 1 (2022): Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to elaborate on and discuss initiatives to foster early religious development through family-based religious education. This study employs a literature review methodology, which aims to assess numerous pertinent works on how children's religiosity develops. This study discovered that a number of tactics, including educational strategies, ethical strategies, economic strategies, cultural strategies, and communication strategies, are employed in families in the village to develop children's religiosity through Islamic Religious Education. The goal of educational approach is to help kids become more religious through official, informal, and non-formal education activities. Moral principles formed in rural areas serve as the foundation of ethical strategy. The economic plan intends to raise standards of living and support the domestic sector. The cultural approach involves exposing kids to cultural norms that do not contradict Islamic principles. In order to build religious strength in the face of swiftly changing circumstances, the communication strategy calls for the development of excellent communication between parents and children.
Improved Fine Motor Skills in Early Childhood Through the Traditional Game of Chess (Class Action Research in Kober Az-Zahra Ciamis) Soni Samsu Rizal; Nia Nuraida; Taktik Kusmiati
Journal of Asian Primary Education (JoAPE) Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Asian Primary Education (JOAPE)
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/joape.v2i2.2152

Abstract

This research is motivated by the problem of children lacking focus and being quiet that impact concentration, social interaction, and fine motor coordination. The traditional game of congklak is one solution because it is interactive, structured, and fun, so it can stimulate eye-hand coordination, concentration, and active participation of children. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research subjects were 18 students at Kober Az-Zahra Ciamis. Data were collected through observation, interviews, and documentation using observation sheets and interview guidelines. The results showed that children's fine motor skills before the implementation of congklak were classified as low with an average score of 1.4 in the poor category. Children still had difficulty regulating finger movements, inserting congklak seeds, and maintaining concentration. After the implementation of the congklak game, the average score increased to 3.22 in the often able category. Children were more skilled in eye-hand coordination, more flexible in moving their fingers, and more focused on following rules. This proves that congklak is effective as an innovative learning medium to optimally stimulate the development of fine motor skills in early childhood.