Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PRAKTIK KOMUNIKASI TOUR GUIDE DALAM PENYAMPAIAN NILAI BUDAYA MINANGKABAU DI PDIKM Nadia Nurul Islami; Azlin Resiana
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 2 (2026): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2026
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/w0zwr241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan komunikasi tour guide di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya Minangkabau yang disampaikan kepada wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi O.U. Effendy, teori komunikasi antarbudaya Dedi Mulyana, dan teori fenomenologi Alfred Schutz sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan komunikasi tour guide di PDIKM dilakukan melalui komunikasi verbal dan non verbal dengan menyesuaikan bahasa, penggunaan istilah budaya, analogi, serta gestur untuk membantu pemahaman wisatawan. Nilai budaya yang disampaikan meliputi sistem kekerabatan matrilineal, peran mamak, falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Serta makna filosofi rumah gadang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan komunikasi tour guude berperan penting dalam membangun pemahaman dan pengalaman wisata budaya yang bermakna bagi wisatawan serta menjadi sarana penyampaian nilai-nilai budaya Minangkabau kepada wisatawan mancanegara.
Mitologi Penamaan Masjid 60 Kurang Aso Dalam Perspektif Roland Barthes, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan Divani Fadilah Putri; Fanesya Putri Amelya; Rugayah Rugayah; Azlin Resiana
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7627

Abstract

Nama adalah sebuah tanda linguistik, yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya sebuah makna. Yang selalu terjalin dengan konteks budaya, sejarah, dan nilai-nilai yang melingkupinya. Dalam studi Semiotika, nama menjadi sebuah jembatan pemahaman bagi masyarakat, dalam mengontruksi dan memaknai sebuah realitas. Masjid merupakan pusat peribadatatan dan sebagai sebuah simbol keagamaan. Di Solok Selatan tepat nya di Nagari Pasir Talang,terdapat sebuah masjid yang sangat mencuri perhatian. Masjid ini bernama “Masjid 60 kurang Aso”. Dari segi literatur nama ini berarti “Masjid Enam Puluh Kurang Satu”. Penamaan ini sekilas tampak sistematis, namun konon menyimpan berbagai lapisan makna serta terdapat sebuah mitos yang diyakini oleh masyarakat sekitar, tentang asal-usul penamaan masjid tersebut. Untuk mengupas makna di balik nama ini, penelitian ini akan menerapkan semiotika Roland Barthes, khususnya konsep denotasi, konotasi, dan mitos. Melalui kerangka Barthes, kami akan menganalisis bagaimana nama "60 Kurang Aso" tidak hanya merujuk pada fisik bangunan, tetapi juga membangun dan mereproduksi sistem makna, nilai, serta mitos yang signifikan bagi masyarakatnya. Analisis ini diharapkan memperkaya pemahaman semiotika nama tempat, khususnya dalam konteks keagamaan dan warisan budaya Indonesia.
Analisis Semiotik Roland Barthes Terhadap Motif Batik Itiak Pulang Patang Dhea Olivia Ramadhani; Titi Hardianti; Indah Dwi Marsita; Azlin Resiana
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7628

Abstract

Secara terminologis, semiotika dapat didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari tanda yang dianggap sebagai suatu dasar konvensi sosial dan meliliki suatu makna  tertentu. Dengan menggunakan teori semiotik Roland Barthes, artikel ini mengkaji makna denotsi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam  motif batik itiak pulang patang. Rumusan masalah: 1. Apa makna denotasi, konotasi, dan mitis yang terkandung di dalam motif batik itiak pulang patang ini?. 2. Bagaimana makna dan simbolisme dalam motif batik itiak pulang patang  dapat dipahami dalam konteks budaya dan filosofi masyarkat?. Tujuan penelitian: 1. Untuk menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam  motif batik itiak pulang patang menggunakan teori semiotik Roland Barthes. 2. Untuk  memahami makna dan simbolisme dalam motif batik itiak pulang patang dalam konteks budaya dan filososfi masyarakat, serta untuk mengungkapkan nilai-nilaii budaya yang terkandung di dalamnya. Manfaat penelitian: penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman tentang makna dan simbolisme dalam motif batik itiak pulang patang. Dengan menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam motif batik ini, penelitian ini  dapat membantu melestarikan warisan budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran serta apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang tekandung di dalam nya.