Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Survival Strategies of Urban Home-Based Culinary MSMEs in Surabaya Amid Digitalization without High-Tech Capital Esti Retnaningtyas; Arief Budiman; Muis Murtadho
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 5 No. 7 (2026): July 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v5i7.16829

Abstract

This study examines survival strategies of home-based culinary MSMEs in Surabaya confronting digitalization without advanced technology. Using a qualitative phenomenological design grounded in the Resource-Based View (RBV), it investigates social capital, tacit knowledge, operational flexibility, and word-of-mouth marketing. Data from five MSME owners were collected through interviews, observation, and documentation, then thematically analyzed using NVivo 15. Findings indicate business resilience is fostered through localized networks, intergenerational culinary knowledge, adaptive operations, and interpersonal trust. The study concludes that non-digital MSMEs maintain competitiveness through VRIN-compliant internal resources, introducing the concept of "Resilience through Constraints" and challenging technology-centric assumptions about digital transformation.
Resistensi Adopsi Google Chat sebagai Platform Komunikasi Penjualan pada UMKM B2B di Bali Tan May Hwa; Arief Budiman; Muis Murthado
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12072

Abstract

Dominasi WhatsApp Business dalam komunikasi bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menunjukkan bahwa adopsi teknologi tidak hanya ditentukan oleh keunggulan fitur, tetapi juga oleh kebiasaan, pengaruh sosial, dan ekosistem pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang membentuk resistensi adopsi Google Chat sebagai platform komunikasi penjualan pada UMKM business-to-business (B2B) di Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas lima pelaku UMKM B2B di Bali yang menggunakan WhatsApp Business sebagai media komunikasi utama, mengetahui atau pernah mendengar Google Chat, tetapi belum menjadikannya sebagai platform utama dalam proses penjualan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan pendekatan deduktif dan interpretatif berdasarkan konstruk Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi terhadap Google Chat tidak terutama disebabkan oleh kesulitan penggunaan, keterbatasan perangkat, jaringan internet, atau rendahnya kepercayaan terhadap keamanan platform. Resistensi lebih kuat dipengaruhi oleh kebiasaan penggunaan WhatsApp Business, pengaruh pelanggan dan mitra bisnis, rendahnya urgensi untuk berpindah platform, serta persepsi manfaat Google Chat yang belum dirasakan secara langsung dalam proses penjualan. Faktor pengaruh sosial dan kebiasaan ditemukan lebih dominan dibandingkan hambatan teknis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi teknologi komunikasi pada UMKM bersifat selektif dan sosial-kontekstual. Pelaku usaha cenderung mempertahankan platform yang paling familiar, mudah digunakan, sesuai dengan kebutuhan operasional, dan telah digunakan secara luas dalam ekosistem pelanggan.