Aprizan Aprizan
Universitas Muhammadiyah Muara Bungo Jambi

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Learning Cycle 5E Di Kelas IV SD Negeri 112/II Purwo Bakti Mutia Arisetya; Subhanadri Subhanadri; Aprizan Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.180

Abstract

Tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa yang rendah dalam pembelajaran IPAS, di mana interaksi dan partisipasi siswa selama proses belajar sangat minim, menjadi pendorong utama penelitian ini. Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran IPAS bagi siswa kelas empat di SD Negeri 112/II Purwo Bakti. Proyek penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus mencakup dua sesi dengan fase persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sebanyak 20 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian ini. Metode pengumpulan data meliputi penilaian hasil belajar, pencatatan, dan observasi. Analisis data menggunakan lembar observasi siswa dan soal ujian untuk mengukur kemajuan siswa, serta lembar observasi guru sebagai acuan untuk memantau proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Siklus 5E. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan 72,2% dalam “observasi guru pada siklus I dengan kategori cukup baik dan peningkatan 94,44% dengan kategori sangat baik. Selain itu, lembar observasi siswa pada siklus I memiliki penilaian 57,5% kategori cukup baik, sedangkan lembar observasi siswa pada siklus II memiliki penilaian 85% kategori baik. Hasil tes menunjukkan bahwa skor siswa meningkat pada siklus I, dengan 65% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori memuaskan, dan pada siklus II, 90% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran IPAS untuk siswa kelas IV di SD Negeri 112/II Purwo Bakti dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Siklus Pembelajaran 5E”.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Metode Struktural Analitik  Sintetik  Dikelas I SD Negeri 071/II Sungai Gambir Julia Susanti; Tri Wera Agrita; Aprizan Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.210

Abstract

Kemampuan membaca yang rendah pada siswa kelas 1 SD Negeri 071/II Sungai Gambir menjadi pendorong utama penelitian ini. Berdasarkan hasil ujian awal, 13 siswa (68%) mampu membaca dengan lancar, sedangkan hanya 6 siswa (31%) yang mampu membaca dengan sangat lancar. Penelitian ini menggunakan teknik Structural Analytic Synthetic (SAS) untuk meningkatkan keterampilan membaca awal. Penelitian Tindakan Kelas (PTC), yang dilakukan dalam dua siklus, menjadi metodologi penelitian yang digunakan. Setiap siklus terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, yang berlangsung selama dua pertemuan. Alat penelitian meliputi soal-soal tes membaca awal dan lembar pengamatan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) keterampilan membaca awal dapat ditingkatkan melalui penggunaan teknik Structural Analytic Synthetic. Peningkatan aktivitas pengajaran guru dari siklus I, yang memenuhi kriteria memuaskan 64% dan baik 70%, menjadi siklus II, yang memenuhi kriteria sangat baik 88% dan sangat baik 94%, menjadi bukti hal ini. Selain itu, persentase aktivitas pembelajaran meningkat dari 64% di siklus I menjadi 70%. “2) Secara umum, kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran membaca awal meningkat dari 68% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas satu di SD Negeri 071/II Sungai Gambir” dapat memperoleh manfaat dari teknik Structural Analytic Synthetic dalam hal kemampuan membaca awal mereka.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SDN 105/II Rambah Roza Anjliana; Subhanadri Subhanadri; Aprizan Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.219

Abstract

 Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada peserta didik kelas V SDN 105/II Rambah yang dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal yang menunjukkan rendahnya efektivitas proses belajar di kelas, khususnya pada mata pelajaran IPAS. Banyak peserta didik yang tidak serius mengikuti pembelajaran, sebagian besar hanya diam, mendengarkan tanpa memberikan respon, kurang fokus, serta tidak menunjukkan minat tinggi terhadap materi yang disampaikan guru. Hasil belajar IPAS yang rendah dan tidak mencapai Kriteria Pencapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70 merupakan akibat dari kondisi tersebut. Dengan menerapkan “model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) pada kelas V, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTC), yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing dengan dua pertemuan, dan melalui empat tahap: perencanaan, implementasi, pengamatan, dan refleksi”. Penelitian ini melibatkan 17 siswa, dan metode pengumpulan data meliputi pencatatan, tes, dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dan hasil pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan dengan penerapan paradigma PBL. Temuan observasi pendidik pada siklus I, yang mencapai 69% pada pertemuan pertama dan 75% pada pertemuan kedua, membuktikan hal ini. Pada siklus II, “angka-angka ini meningkat menjadi 88% pada pertemuan pertama dan 94% pada pertemuan kedua. Pengamatan siswa juga meningkat dari 53% pada pertemuan pertama siklus I dan 65% pada pertemuan kedua, menjadi 76% pada pertemuan pertama siklus II dan 88% pada pertemuan kedua. Selain itu, hasil belajar siswa meningkat secara signifikan, dari 42% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan proses maupun hasil belajar IPAS pada peserta didik kelas V SDN 105/II Rambah”.
Beginning Reading Ability: Global Method of Learning Indonesian Language Class III SDN 128/II Pasir Putih Meisa Aira Amadea; Aprizan Aprizan; Aldino Aldino
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.225

Abstract

Classroom action research on third-grade students at SDN 128/II Pasir Putih, which was based on observations that initially many students were still unable to read well, can be seen from the average reading test scores of students in Indonesian language learning, which was 60%. This average score is still below the school's established learning objective achievement criteria (KKTP) of 70. This indicates that students' basic reading skills in Indonesian language learning are still insufficient. Therefore, the teaching method that can improve students' basic reading skills is the Global method. This study aims to ascertain how well the Global method in Indonesian language instruction improves students' foundational reading abilities in each cycle and how motivated they are to learn the language.  Classroom action research (CAR) was the research methodology employed.  Two cycles of the research were carried out, with each cycle including planning, carrying out, observing, and reflecting.  Twenty third-graders at SDN 128/II Pasir Putih served as the research subjects.  This study employed testing, documentation, and observation as data gathering methods and tools.  Reading assessments, teacher and student observation sheets, and written examinations in the form of LKPD were among the tools utilized in the study to collect data.  The study's findings include the following: 1) the Global method's application in Indonesian language instruction was rated as good; and 2) students' learning progressed in each cycle following the use of the Global method.  In cycle I, the initial reading skills phase was 50% complete.  In contrast, cycle II's reading proficiency was 80%.  This indicates that students learning Indonesian language chapter 1 about living things have improved their beginning reading skills from cycle I to cycle II.  When the Global technique is used, pupils' beginning reading abilities are enhanced and they have a better understanding of words and sentences before dissecting them into their constituent syllables and letters