Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KADAR METOKSIL PEKTIN KULIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L) BERDASARKAN OPTIMASI VOLUME PELARUT DAN LAMA PENGENDAPAN PEKTIN Qurrata Ayun; Agnes Nazilatul; Reny Eka Evi Susanti; Eko Malis
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v8i2.3512

Abstract

Kulit buah kakao mengandung pektin sebesar 16,27%, jumlah ini dipengaruhi oleh tingkat kematangan dan kesegaran dari buah kakao. Produksi kakao yang semakin meningkat menyebabkan limbah kulit kakao juga semakin banyak. Ekstraksi pektin merupakan salah satu cara yang berpotensi untuk meningkatkan nilai ekonomis kulit kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume ammonium oksalat terhadap pembentukan pektin dan juga untuk mengetahui pengaruh lama pengendapan terhadap kadar metoksil pektin pada proses ekstraksi kulit buah kakao. Beberapa tahapan yang dilakukan antara lain preparasi sampel, proses ekstraksi kulit kakao, optimasi volume pelarut ammonium oksalat dan optimasi lama pengendapan pektin ekstraks kulit kakao. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa ammonium oksalat yang digunakan sebagai pelarut, yang paling optimum menunjukkan hasil rendemen (yield) yang paling tinggi adalah saat volumenya 20 mL yaitu 14,062 %. Untuk optimasi lama pengendapan pektin ekstrak kulit kakao diperoleh data rendemen tertinggi adalah saat 19 jam yaitu 14,062% dan berat ekivalen yang sesuai dengan standar mutu IPPA sebesar 769,23 mg. Untuk nilai dari kadar metoksil diperoleh data dari waktu penggumpalan 17, 18, 19, 20 dan 21 jam berkisar antara 1,93 – 3,87%, dimana menurut stadar mutu IPPA, pektin kulit kakao termasuk pada kategori pekting bermetoksil rendah (LMP) karena nilainya kurang dari 7%.