Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hyper-Personalization Marketing and Consumer Purchase Behavior in Indonesia: The Role of Culture Tifani Dame Hasany; Dhanny Safitri; Dinis Cahyaningrum; Isra Dewi Kuntary Ibrahim; Ni Wayan Adelia Mutiara Asri
Journal of Finance, Economics and Business Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Finance, Economics, and Business (JFEB), 2026
Publisher : Laboratorium Riset Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence (AI), big data analytics, and digital technologies has transformed marketing practices by enabling businesses to implement hyper-personalization strategies that deliver individualized customer experiences. This literature review examines the relationship between hyper-personalization marketing and consumer purchase behavior within the Indonesian context, with particular emphasis on the moderating role of culture. Drawing on the Technology Acceptance Model (TAM), the Stimulus–Organism–Response (SOR) framework, Relationship Marketing Theory, and Hofstede's Cultural Dimensions Theory, the review synthesizes existing literature on personalized marketing, consumer behavior, and cultural influences. The findings suggest that hyper-personalization generally enhances consumer purchase behavior by improving perceived relevance, trust, customer experience, and engagement. However, its effectiveness is influenced by Indonesia's cultural characteristics, particularly collectivism, power distance, and the importance of social influence and trust in purchasing decisions. The review also identifies a lack of empirical research integrating hyper-personalization, consumer purchase behavior, and cultural factors in Indonesia. By synthesizing existing knowledge, this study provides a theoretical foundation for future research and offers insights for businesses seeking to develop culturally appropriate AI-driven marketing strategies.
BRANDING BOOSTING: PENDAMPINGAN PENGELOLAAN MERK, PRODUK DAN LEGALITAS USAHA AYAM TALIWANG Isra Dewi Kuntary Ibrahim; Akhmad Jufri; Tifani Dame Hasany; Dhanny Safitri; Wulan Sophia Kinanti; Nazmi Aulia Rachim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9103

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Rumah Makan Taliwang Satu, Kota Mataram, dengan tujuan meningkatkan daya saing usaha kuliner melalui pendampingan pada tiga aspek utama, yaitu branding, pengembangan produk, dan legalitas usaha. Permasalahan yang dihadapi mitra mencakup lemahnya identitas merek yang membuat sulit dibedakan dari pesaing, terbatasnya variasi menu yang mengurangi daya tarik konsumen, serta ketiadaan dokumen legal formal seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikasi halal yang membatasi akses pasar lebih luas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, pelatihan dan workshop, pendampingan praktik, serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman pemilik dan karyawan mengenai pentingnya branding sebagai aset usaha, munculnya inovasi produk berupa variasi menu, pengemasan modern, serta kesadaran terhadap urgensi legalitas usaha dalam memperluas jaringan pemasaran. Selain itu, direkomendasikan penggunaan sistem pencatatan digital untuk meningkatkan efisiensi operasional. Temuan ini menegaskan bahwa metode pendampingan partisipatif terbukti efektif dalam menjawab kebutuhan mitra sekaligus menghasilkan dampak nyata berupa peningkatan kapasitas pengelolaan usaha, profesionalisme pelayanan, dan citra kuliner ayam Taliwang sebagai produk khas daerah. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mendorong Rumah Makan Taliwang Satu menuju usaha kuliner yang lebih kompetitif, berdaya saing, dan berkelanjutan.