Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perilaku Biseksual Suami dalam Keluarga Perspektif Hukum Islam Putri Dordia; Yufi Wiyos Rini Masykuroh; Ahmad Fauzi Furqon
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.876

Abstract

Perilaku biseksual suami dalam rumah tangga merupakan penyimpangan seksual yang bertentangan dengan fitrah manusia dan ajaran Islam. Fenomena ini menimbulkan gangguan psikologis, sosial, dan spiritual bagi pasangan, serta merusak tujuan pernikahan yang berlandaskan nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah. Penelitian ini membahas dua rumusan masalah, yaitu bentuk dan faktor penyebab perilaku biseksual suami, serta pandangan hukum Islam melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab serta menilai perilaku tersebut dari sisi hukum Islam. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research melalui analisis literatur fikih, jurnal hukum Islam, dan putusan pengadilan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku biseksual suami disebabkan oleh faktor psikologis, biologis, sosial, dan lemahnya pendidikan agama. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, perilaku ini melanggar empat tujuan utama syariat: hifz al-dīn, al-nafs, al-nasl, dan konsep menjaga kehormatan. Kesimpulannya, perilaku biseksual suami termasuk perbuatan fahisyah yang merusak keharmonisan rumah tangga. Hukum Islam memberikan hak kepada istri untuk menuntut keadilan melalui perceraian demi menjaga kehormatan dan kemaslahatan keluarga.
Larangan Perkawinan Karena Sepersusuan Perspektif Maslahah Mursalah Pevi Yanti; Yufi Wiyos Rini Masykuroh; Uswatun Hasanah
Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam
Publisher : Family Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/as.v7i1.53164

Abstract

This study aims to analyze the prohibition of milk-kinship marriage (rada‘ah) constitutes a fundamental provision in Islamic law aimed at preserving clarity in family relations and protecting lineage (nasab). However, in contemporary social practices, the understanding of the legal boundaries and implications of milk-kinship remains limited and is often neglected. This article analyzes the prohibition of milk-kinship marriage from the perspective of maslahah, emphasizing the urgency of lineage protection as an integral part of maqāṣid al-sharī‘ah. This study employs normative legal research using conceptual and normative-theological approaches by examining Qur’anic verses, Prophetic traditions, classical juristic opinions, and literature on maqāṣid al-sharī‘ah. The findings reveal that the prohibition of milk-kinship marriage functions not merely as a formal legal rule but also embodies preventive maslahah in safeguarding lineage, family stability, and social harmony. From the maslahah perspective, this provision remains highly relevant in preventing confusion in kinship structures and potential legal as well as social conflicts. This article affirms that the prohibition of milk-kinship marriage possesses strong rational and sociological justifications, ensuring its continued relevance in contemporary Muslim societies.