Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Interaksi Obat Pada Pasien Gagal Jantung: Review Artikel Trirahmi Hardiyanti; Dela Citra Nabela; Ananda Ayu Nabila; Aria Duta; Eva Dwi Yanti
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.99

Abstract

Gagal jantung, ditandai ketidak mampuan jantung memompa darah secara efektif, merupakan penyebab kematian utama global. Tingginya prevalensi hipertensi sebagai faktor risiko, ditambah penggunaan terapi kombinasi yang umum, meningkatkan risiko interaksi obat yang serius. Penelitian ini menggunakan metode systematic review terhadap artikel ilmiah berbahasa Indonesia dari Google Scholar (2014-2024). Kata kunci pencarian meliputi Farmakodinamika, Farmakokinetika, Gagal Jantung, Interaksi Obat, dan Keparahan. Dari 11.500 artikel awal, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi (jurnal peer-reviewed, fokus pada interaksi obat pada pasien gagal jantung, tersedia dalam PDF dan akses bebas) dan dieksklusi kriteria eksklusi (opini, editorial, tidak menyebutkan mekanisme interaksi obat, duplikasi, atau tidak relevan), kemudian dianalisis. Analisis literatur menunjukkan prevalensi tinggi interaksi obat pada pasien gagal jantung. Interaksi terjadi melalui mekanisme farmakodinamik dan farmakokinetik, melibatkan berbagai golongan obat (diuretik, ACE inhibitor, ARB, beta-blocker, digoksin). Kombinasi tertentu meningkatkan risiko hiperkalemia (spironolakton dengan ACE inhibitor/ARB), toksisitas digoksin (digoksin-furosemide), dan hipotensi (bisoprolol-furosemide). Aspirin dan clopidogrel juga sering terlibat interaksi. Keparahan interaksi bervariasi (minor, moderate, mayor. Terapi kombinasi pada gagal jantung meningkatkan risiko interaksi obat yang signifikan. Pemantauan ketat terhadap elektrolit, tekanan darah, dan denyut jantung, serta perencanaan pengobatan yang cermat, sangat penting untuk meminimalkan risiko efek samping dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Optimalisasi Pemahaman Santri Tentang Interaksi Obat Melalui Edukasi Berbasis Leaflet dan Diskusi Anggy Utama Putri; Rahmanda Pranata; Mila Sari; Ananda Ayu Nabila; Septias Maharani; Anis Zulaika; Dika Maharani; Shinta Wulandari; Marina Aisah; Arigo Pramana; Fega Fega; Sherly Agael
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8726

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional serta rendahnya pemahaman tentang interaksi obat masih menjadi permasalahan kesehatan pada remaja. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Yayasan Tijarotal Lantabur mengenai rasionalitas penggunaan obat dan pencegahan interaksi obat melalui edukasi kesehatan dengan metode pre-eksperimental one group pretest–posttest pada 30 responden menggunakan kuesioner. Intervensi diberikan melalui penyuluhan berbasis presentasi, leaflet, dan diskusi interaktif. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan pengetahuan rasionalitas penggunaan obat yang tidak rasional dan rendahnya pemahaman tentang interaksi obat masih menjadi permasalahan pada santri pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri melalui edukasi Kesehatan berbasis penyuluhan interaktif. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest terhadap 30 santri. Kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan edukasi menggunakan media presentasi, leaflet, dan diskusi, serta evaluasi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukan peningkatan signifikan pada pengetahuan rasionalitas penggunaan obat dari 60% menjadi 86,7% (p=0,009) serta peningkatan pemahaman interaksi obat (p=0,025). Edukasi Kesehatan terbukti efektif meningkatkan pemahaman santri terkait penggunaan obat yang tepat. Program ini direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotive dan prevantif di lingkungan pesantren.