Maria Nita
Prodi Peternakan, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN SILASE RUMPUT KUME (Shorgum plumosum var. timorense) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN LEVEL BERBEDA TERHADAP FERMENTASI RUMEN SECARA IN-VITRO Maria Nita; Markus Miten Kleden; Luh Sri Enawati
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.23621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fermentasi rumen In vitro silase campuran rumput kume  dan daun kelor dengan level berbeda.  Parameter yang dikur meliputi pH, Volatile Fatty Acid (VFA), dan ammonia (NH?). Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dimaksud adalah P0: 100% umput kurme; P1: 75% rumput kume + 25% daun kelor; P2: 50% rumput kume + 50% daun kelor; P3: 25% rumput kume + 75% daun kelor.  Analisis data dilakukan dengan ANOVA, dilanjutkan uji LSD menggunakan SPSS Seri 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH berturut-turut adalah P0:7,167; P1:7,167; P2:7,267; dan P3:7,367. Konsentrasi VFA masing-masing adalah P0:57,597; P1:68,198; P2:82,050; dan P3:99,849, sedangkan konsentrasi NH? berturut-turut adalah P0:2,946; P1:5,089; P2:7,762; dan P3:8,904. Hasil analisis statistik menunjukkan penggunaan daun kelor yang semakin tinggi mempengaruhi konsentrasi VFA dan NH3 namun tidak mempengaruhi  pH rumen. Dapat disimpulkan bahwa  konsentrasi VFA dan NH? sangat tergantung pada level daun kelor sedangkan nilai pH cairan rumen tidak tergantung pada level daun kelor dengan level daun kelor terbaik adalah 75%