Keterampilan public speaking dan kelancaran komunikasi lisan merupakan kompetensi praktis yang krusial bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai calon konselor. Namun, aktivitas presentasi di depan kelas sering kali memicu kecemasan performa, khususnya pada mahasiswa semester awal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepercayaan diri dalam public speaking dengan kecemasan berbicara saat presentasi di depan kelas pada mahasiswa Semester II Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Tahun 2026. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan sampel jenuh sebanyak 74 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen kuesioner psikologis model Skala Likert: Skala Kepercayaan Diri (26 item valid, ?= 0,556) dan Skala Kecemasan Berbicara (27 item valid, ?= 0,483). Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product-Moment. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan diri kategori tinggi (68,9%) dan kecemasan berbicara kategori sedang (62,2%). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,018 dengan nilai signifikansi p = 0,877 (p 0,05), sehingga hipotesis nol (H0) diterima. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara saat presentasi di depan kelas. Kecemasan berbicara bersifat multidimensional dan diduga lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal atau kesiapan teknis. Implikasinya bagi dosen BK adalah perlunya merancang intervensi komprehensif seperti pelatihan manajemen kecemasan dan teknik public speaking, bukan sekadar berfokus pada peningkatan kepercayaan diri mahasiswa.