Agung Koes Indarto
Program Studi Sistem Informasi, Universitas Dharma AUB Surakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Mesin untuk Klasifikasi Batik Khas Solo Izzan Julda D.E Purwadi Putra; Agung Koes Indarto
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 32, No 1 (2026): June
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v32i1.451

Abstract

Batik is a distinctive Indonesian art form rich in diverse types and patterns. In the Solo region, several popular motifs exist, including Sawat, Semenrante, and Satriomanah. However, the high visual similarity among these three motifs poses challenges for manual identification. To address this issue, this study implements the Decision Tree (DT) method for automated classification. The extraction of texture characteristics from batik images is conducted using the Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) method. The research stages encompass dataset collection, preprocessing, feature extraction, and classification. The experimental results demonstrate that the Decision Tree algorithm is highly capable of distinguishing types of batik fabric motifs. The model's performance yields an accuracy level of 96.11% in the 70%:30% dataset split scenario and increases to an optimal accuracy of 97.5% in the 80%:20% dataset split.
Penerapan Pembelajaran Mesin untuk Klasifikasi Batik Khas Solo Izzan Julda D.E Purwadi Putra; Agung Koes Indarto
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 32, No 1 (2026): June
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v32i1.451

Abstract

Batik is a distinctive Indonesian art form rich in diverse types and patterns. In the Solo region, several popular motifs exist, including Sawat, Semenrante, and Satriomanah. However, the high visual similarity among these three motifs poses challenges for manual identification. To address this issue, this study implements the Decision Tree (DT) method for automated classification. The extraction of texture characteristics from batik images is conducted using the Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) method. The research stages encompass dataset collection, preprocessing, feature extraction, and classification. The experimental results demonstrate that the Decision Tree algorithm is highly capable of distinguishing types of batik fabric motifs. The model's performance yields an accuracy level of 96.11% in the 70%:30% dataset split scenario and increases to an optimal accuracy of 97.5% in the 80%:20% dataset split.
Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno (ATMega 328) Melalui Short Message Service Agung Koes Indarto; Ernes Cahyo Nugroho; Budhi Sumboro
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 31, No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v31i2.429

Abstract

Dalam ilmu teknologi sudah banyak penemuan yang sangat bermanfaat bagi manusia dengan salah satu penemuan itu adalah berupa sensor. Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi untuk mengukur magnitude. Sensor merupakan sejenis transduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Kemajuan teknologi tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah sistem keamanan, karena dengan perekonomian yang sulit saat ini membuat orang bertindak kriminal dengan cara melakukan pencurian dengan target rumah-rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya, yang dapat menyebabkan kekhawatiran jika kita pergi meninggalkan rumah. Masalah tersebut di atas mendorong peneliti untuk membuat suatu sistem keamanan rumah menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR) berbasis mikrokontroler, yang dirancang dengan perangkat elektronika terdiri dari sensor PIR, sensor asap (MQ-2), dan mikrokontroler Arduino Uno (ATMega328) yang dapat digunakan sebagai penyimpan dan mengeksekusi data yang telah diprogram terlebih dahulu. Perangkat elektronika ini dapat dibentuk sebagai perangkat yang secara umun dapat mengidentifikasi keberadaan manusia serta asap dan dapat berkomunikasi dengan handphone pemilik rumah dari jarak jauh. Jika sistem ini sudah diaktifkan, maka sensor PIR bekerja mendeteksi pergerakan dan sensor MQ-2 mendeteksi kemunculan asap. Jika sensor-sensor itu mendeteksi adanya pergerakan ataupun asap, maka sensor-sensor itu akan mengirimkan data signal ke mikrokontroler untuk menjalankan script, kemudian mikrokontroler akan mengaktifkan alarm dan mengirim pesan SMS (Short Message Service) yang akan diteruskan oleh modem GSM (Global System for Mobile) untuk dikirimkan ke handphone pemilik rumah. Pemilik rumah pun dapat mengendalikan sistem dari jarak jauh melalui SMS untuk menyalakan, memadamkan, ataupun me-reset sistem ini.
Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno (ATMega 328) Melalui Short Message Service Agung Koes Indarto; Ernes Cahyo Nugroho; Budhi Sumboro
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 31, No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v31i2.429

Abstract

Dalam ilmu teknologi sudah banyak penemuan yang sangat bermanfaat bagi manusia dengan salah satu penemuan itu adalah berupa sensor. Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi untuk mengukur magnitude. Sensor merupakan sejenis transduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Kemajuan teknologi tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah sistem keamanan, karena dengan perekonomian yang sulit saat ini membuat orang bertindak kriminal dengan cara melakukan pencurian dengan target rumah-rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya, yang dapat menyebabkan kekhawatiran jika kita pergi meninggalkan rumah. Masalah tersebut di atas mendorong peneliti untuk membuat suatu sistem keamanan rumah menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR) berbasis mikrokontroler, yang dirancang dengan perangkat elektronika terdiri dari sensor PIR, sensor asap (MQ-2), dan mikrokontroler Arduino Uno (ATMega328) yang dapat digunakan sebagai penyimpan dan mengeksekusi data yang telah diprogram terlebih dahulu. Perangkat elektronika ini dapat dibentuk sebagai perangkat yang secara umun dapat mengidentifikasi keberadaan manusia serta asap dan dapat berkomunikasi dengan handphone pemilik rumah dari jarak jauh. Jika sistem ini sudah diaktifkan, maka sensor PIR bekerja mendeteksi pergerakan dan sensor MQ-2 mendeteksi kemunculan asap. Jika sensor-sensor itu mendeteksi adanya pergerakan ataupun asap, maka sensor-sensor itu akan mengirimkan data signal ke mikrokontroler untuk menjalankan script, kemudian mikrokontroler akan mengaktifkan alarm dan mengirim pesan SMS (Short Message Service) yang akan diteruskan oleh modem GSM (Global System for Mobile) untuk dikirimkan ke handphone pemilik rumah. Pemilik rumah pun dapat mengendalikan sistem dari jarak jauh melalui SMS untuk menyalakan, memadamkan, ataupun me-reset sistem ini.