Budhi Sumboro
Program Studi Sistem Informasi, Universitas Dharma AUB Surakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Pelatihan Desain Grafis BLK Karanganyar Berbasis Android Ratna Herawati; Budhi Sumboro; Ainun Najib
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 28, No 1 (2022): June
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v28i1.161

Abstract

Pandemi Covid-19 mengakibatkan seluruh kegiatan pelatihan harus dialihkan secara daring. Untuk membantu proses pembelajaran dan pelatihan desain grafis pada BLK Karanganyar, dibuat aplikasi yang berisi materi, tugas serta dilengkapi dengan uji kompetensi dan sertifikat pelatihan sehingga meskipun proses pembelajaran secara daring, peserta pelatihan dapat terus memantau materi serta melakukan uji kompetensi secara online. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi media pembelajaran pelatihan desain grafis pada BLK Karanganyar. Perancangan sistem informasi media pembelajaran pelatihan ini menggunakan metode pengembangan sistem waterfall. Analisa kelemahan sistem menggunakan analisa PIECES sedangkan alur data terdiri dari flowchart sistem, usecase diagram, activity diagram, sequence diagram dan class diagram. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Android Studio sedangkan pengolahan database menggunakan MySQL. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menggunakan blackbox testing, sistem yang dibangun dapat membantu masalah yang dihadapi pengelola BLK Karanganyar.
Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Program Latihan Fitness Menggunakan Metode Weighted Product Budhi Sumboro; Dhantel Resa Praweda; Wahyu Adi Mahendra
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 28, No 2 (2022): December
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v28i2.182

Abstract

Agna Physque Gym adalah tempat Fitness yang beralamatkan di Kecamatan Gemolong. Agna Physque Gym menyediakan pelayanan dan fasilitas yang memadai serta upaya menumbuhkan minat masyarakat dalam berolahraga. Program latihan untuk pemula tentu memerlukan bimbingan dari  personal trainer dalam  menyusun program latihan yang sesuai dengan target yang diinginkan. Para Pemula dan Member Fitness memiliki kendala dalam menentukan program latihan. Hal ini merupakan suatu kesulitan dalam menentukan program latihan yang akan dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah Sistem Pendukung Keputusan untuk menentukan Program latihan Fitness dengan menggunakan metode Weighted Product. Metode Weighted Product menggunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot atribut yang bersangkutan. Proses ini sama halnya dengan proses normalisasi. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman java dan database menggunakan MySQL. Sistem ini dapat menghasilkan perankingan alternatif program latihan Fitness sesuai dengan berat badan user. Berdasarkan pengujian sistem yang dilakukan, sistem mampu memberikan hasil yang sesuai dengan perhitungan yang digunakan, sehingga dengan adanya sistem ini dapat membantu dalam menentukan rekomendasi latihan Fitness.
Pengenalan Metamorfosis Sempurna Dan Tidak Sempurna Menggunakan Augmented Reality Budhi Sumboro; Ernes Cahyo Nugroho; Kristono Kristono; Aji Wahyu Novianto
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 29, No 1 (2023): June
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v29i1.203

Abstract

Perkembangan saat ini menjadikan teknologi semakin maju, salah satunya adalah menggunakan augmented reality, menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan  nyata lalu  menampilkan benda-benda  maya tersebut  secara  real time. Dengan menggunakan teknologi augmented reality sebagai sarana pembelajaran menjadikan proses belajar yang lebih menarik, interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi dan memberikan ruang yang lebih bagi anak-anak untuk dapat mengembangkan kreativitas dan kemandirian, sesuai dengan bakat dan minat anak-anak. Metodologi yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi augmented reality metamorfosis lengkap dan tidak lengkap ini adalah metodologi Luther Sutopo. Metodologinya terdiri dari enam fase: konsep, desain, pengumpulan material, perakitan, pengujian, dan distribution. Software yang digunakan dalam merancang aplikasi ini yaitu Unity 3D, Blender, dan Vuforia Engine. Pengujian terhadap sistem berjalan sesuai yang diharapkan penulis, dengan menggunakan metode pengujian black box testing. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang menggunakan augmented reality untuk mendeteksi metamorfosis sempurna dan tidak sempurna serta menampilkan objek 3D disertai penjelasan dan audio, yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan tahapan metamorfosis pada kecoa dan kupu-kupu.
Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno (ATMega 328) Melalui Short Message Service Agung Koes Indarto; Ernes Cahyo Nugroho; Budhi Sumboro
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 31, No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v31i2.429

Abstract

Dalam ilmu teknologi sudah banyak penemuan yang sangat bermanfaat bagi manusia dengan salah satu penemuan itu adalah berupa sensor. Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi untuk mengukur magnitude. Sensor merupakan sejenis transduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Kemajuan teknologi tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah sistem keamanan, karena dengan perekonomian yang sulit saat ini membuat orang bertindak kriminal dengan cara melakukan pencurian dengan target rumah-rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya, yang dapat menyebabkan kekhawatiran jika kita pergi meninggalkan rumah. Masalah tersebut di atas mendorong peneliti untuk membuat suatu sistem keamanan rumah menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR) berbasis mikrokontroler, yang dirancang dengan perangkat elektronika terdiri dari sensor PIR, sensor asap (MQ-2), dan mikrokontroler Arduino Uno (ATMega328) yang dapat digunakan sebagai penyimpan dan mengeksekusi data yang telah diprogram terlebih dahulu. Perangkat elektronika ini dapat dibentuk sebagai perangkat yang secara umun dapat mengidentifikasi keberadaan manusia serta asap dan dapat berkomunikasi dengan handphone pemilik rumah dari jarak jauh. Jika sistem ini sudah diaktifkan, maka sensor PIR bekerja mendeteksi pergerakan dan sensor MQ-2 mendeteksi kemunculan asap. Jika sensor-sensor itu mendeteksi adanya pergerakan ataupun asap, maka sensor-sensor itu akan mengirimkan data signal ke mikrokontroler untuk menjalankan script, kemudian mikrokontroler akan mengaktifkan alarm dan mengirim pesan SMS (Short Message Service) yang akan diteruskan oleh modem GSM (Global System for Mobile) untuk dikirimkan ke handphone pemilik rumah. Pemilik rumah pun dapat mengendalikan sistem dari jarak jauh melalui SMS untuk menyalakan, memadamkan, ataupun me-reset sistem ini.
Pengenalan Metamorfosis Sempurna Dan Tidak Sempurna Menggunakan Augmented Reality Budhi Sumboro; Ernes Cahyo Nugroho; Kristono Kristono; Aji Wahyu Novianto
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 29, No 1 (2023): June
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v29i1.203

Abstract

Perkembangan saat ini menjadikan teknologi semakin maju, salah satunya adalah menggunakan augmented reality, menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan  nyata lalu  menampilkan benda-benda  maya tersebut  secara  real time. Dengan menggunakan teknologi augmented reality sebagai sarana pembelajaran menjadikan proses belajar yang lebih menarik, interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi dan memberikan ruang yang lebih bagi anak-anak untuk dapat mengembangkan kreativitas dan kemandirian, sesuai dengan bakat dan minat anak-anak. Metodologi yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi augmented reality metamorfosis lengkap dan tidak lengkap ini adalah metodologi Luther Sutopo. Metodologinya terdiri dari enam fase: konsep, desain, pengumpulan material, perakitan, pengujian, dan distribution. Software yang digunakan dalam merancang aplikasi ini yaitu Unity 3D, Blender, dan Vuforia Engine. Pengujian terhadap sistem berjalan sesuai yang diharapkan penulis, dengan menggunakan metode pengujian black box testing. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang menggunakan augmented reality untuk mendeteksi metamorfosis sempurna dan tidak sempurna serta menampilkan objek 3D disertai penjelasan dan audio, yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan tahapan metamorfosis pada kecoa dan kupu-kupu.
Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno (ATMega 328) Melalui Short Message Service Agung Koes Indarto; Ernes Cahyo Nugroho; Budhi Sumboro
Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB Vol 31, No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AUB - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36309/goi.v31i2.429

Abstract

Dalam ilmu teknologi sudah banyak penemuan yang sangat bermanfaat bagi manusia dengan salah satu penemuan itu adalah berupa sensor. Sensor adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan sering berfungsi untuk mengukur magnitude. Sensor merupakan sejenis transduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Kemajuan teknologi tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah sistem keamanan, karena dengan perekonomian yang sulit saat ini membuat orang bertindak kriminal dengan cara melakukan pencurian dengan target rumah-rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya, yang dapat menyebabkan kekhawatiran jika kita pergi meninggalkan rumah. Masalah tersebut di atas mendorong peneliti untuk membuat suatu sistem keamanan rumah menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR) berbasis mikrokontroler, yang dirancang dengan perangkat elektronika terdiri dari sensor PIR, sensor asap (MQ-2), dan mikrokontroler Arduino Uno (ATMega328) yang dapat digunakan sebagai penyimpan dan mengeksekusi data yang telah diprogram terlebih dahulu. Perangkat elektronika ini dapat dibentuk sebagai perangkat yang secara umun dapat mengidentifikasi keberadaan manusia serta asap dan dapat berkomunikasi dengan handphone pemilik rumah dari jarak jauh. Jika sistem ini sudah diaktifkan, maka sensor PIR bekerja mendeteksi pergerakan dan sensor MQ-2 mendeteksi kemunculan asap. Jika sensor-sensor itu mendeteksi adanya pergerakan ataupun asap, maka sensor-sensor itu akan mengirimkan data signal ke mikrokontroler untuk menjalankan script, kemudian mikrokontroler akan mengaktifkan alarm dan mengirim pesan SMS (Short Message Service) yang akan diteruskan oleh modem GSM (Global System for Mobile) untuk dikirimkan ke handphone pemilik rumah. Pemilik rumah pun dapat mengendalikan sistem dari jarak jauh melalui SMS untuk menyalakan, memadamkan, ataupun me-reset sistem ini.