Transformasi bisnis digital telah berkembang dari sekadar adopsi teknologi menuju perubahan strategis yang menyeluruh pada model bisnis, proses operasional, tata kelola, dan kapabilitas organisasi. Di tengah percepatan disrupsi Artificial Intelligence, perusahaan dituntut tidak hanya menerapkan pendekatan digital first, tetapi juga menjaga orientasi human focus agar transformasi yang dilakukan tetap adaptif, etis, inklusif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi transformasi bisnis digital yang efektif dalam menghadapi disrupsi AI dengan menempatkan manusia sebagai pusat perubahan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur sistematis terhadap artikel ilmiah, laporan institusi, dan publikasi akademik mutakhir yang relevan dengan transformasi digital, AI, inovasi model bisnis, dan kapabilitas organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi transformasi yang berhasil dibangun melalui lima pilar utama, yaitu kepemimpinan digital, integrasi AI pada proses bisnis, penguatan kapabilitas SDM, tata kelola data dan etika AI, serta inovasi model bisnis berbasis nilai pelanggan. Pendekatan digital first terbukti meningkatkan kecepatan keputusan, efisiensi, dan personalisasi layanan, tetapi tanpa pendekatan human focus dapat menimbulkan resistensi karyawan, bias algoritma, kesenjangan kompetensi, dan degradasi kepercayaan pelanggan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pada era AI bergantung pada kemampuan organisasi dalam menyeimbangkan orientasi teknologi dengan pemberdayaan manusia. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka strategis bagi organisasi dalam merancang transformasi digital yang lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing.