This Author published in this journals
All Journal Global Digital
Chairini Aisyah
Institut Modern Arsitektur dan Teknologi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIGITAL FIRST, HUMAN FOCUS : STRATEGI TRANSFORMASI BISNIS DIGITAL DALAM MENGHADAPI DISRUPSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE Taufik Yuandika Bahri; Chairini Aisyah; William Tandeas; Muhammad Habib Auliya
GLOBAL DIGITAL Vol 2, No 1 (2026): Jurnal Global Digital, Juni 2026
Publisher : Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/gd.v2i1.9226

Abstract

Transformasi bisnis digital telah berkembang dari sekadar adopsi teknologi menuju perubahan strategis yang menyeluruh pada model bisnis, proses operasional, tata kelola, dan kapabilitas organisasi. Di tengah percepatan disrupsi Artificial Intelligence, perusahaan dituntut tidak hanya menerapkan pendekatan digital first, tetapi juga menjaga orientasi human focus agar transformasi yang dilakukan tetap adaptif, etis, inklusif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi transformasi bisnis digital yang efektif dalam menghadapi disrupsi AI dengan menempatkan manusia sebagai pusat perubahan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur sistematis terhadap artikel ilmiah, laporan institusi, dan publikasi akademik mutakhir yang relevan dengan transformasi digital, AI, inovasi model bisnis, dan kapabilitas organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi transformasi yang berhasil dibangun melalui lima pilar utama, yaitu kepemimpinan digital, integrasi AI pada proses bisnis, penguatan kapabilitas SDM, tata kelola data dan etika AI, serta inovasi model bisnis berbasis nilai pelanggan. Pendekatan digital first terbukti meningkatkan kecepatan keputusan, efisiensi, dan personalisasi layanan, tetapi tanpa pendekatan human focus dapat menimbulkan resistensi karyawan, bias algoritma, kesenjangan kompetensi, dan degradasi kepercayaan pelanggan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pada era AI bergantung pada kemampuan organisasi dalam menyeimbangkan orientasi teknologi dengan pemberdayaan manusia. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka strategis bagi organisasi dalam merancang transformasi digital yang lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing.