Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS AUDIO INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LISTENING ANAK TUNANETRA Dian Pratiwi; Bambang Tri Raharjo; Syifa Miftahunnajah; Ridho Pamungkas Ibnu Surya
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3732

Abstract

Anak tunanetra memiliki keterbatasan dalam mengakses pembelajaran bahasa Inggris yang umumnya masih didominasi media visual, sehingga kemampuan listening belum berkembang secara optimal. Kondisi ini diperkuat oleh masih terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis audio yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di SLB Negeri Pringsewu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan listening anak tunanetra melalui pendampingan pembelajaran bahasa Inggris berbasis audio interaktif sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan media pembelajaran yang inklusif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning yang meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan materi audio interaktif, pelaksanaan pendampingan, serta evaluasi dan refleksi bersama. Kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan kosakata dan ungkapan sederhana, latihan listening berbasis audio, permainan edukatif, pengulangan (drilling), dan praktik komunikasi sederhana. Evaluasi dilakukan melalui observasi, asesmen kemampuan awal dan akhir, serta penilaian partisipasi peserta selama kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan dalam mengenali kosakata, memahami instruksi sederhana, dan merespons materi audio bahasa Inggris dengan lebih tepat. Selain itu, motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran juga meningkat, sedangkan guru memperoleh pengalaman dalam menerapkan media audio interaktif sebagai alternatif pembelajaran yang lebih inklusif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis audio interaktif efektif sebagai model pembelajaran bahasa Inggris yang adaptif bagi anak tunanetra dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di sekolah luar biasa.
TEGA TEA: MINUMAN HERBAL KESEHATAN DARI KOMBINASI DAUN PEGAGAN (Centella atiatica) DAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) Silvia Andriani; Sirlii Diana; Tyas Febriana; Dian Pratiwi; Egita Windrianatama Puspa
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3741

Abstract

Kajian fitokimia menjadi aspek penting dalam pengembangan minuman herbal fungsional karena kandungan metabolit sekunder tanaman berperan dalam memberikan aktivitas biologis yang mendukung manfaat kesehatan. Senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, terpenoid, saponin, dan tanin diketahui memiliki aktivitas antioksidan melalui mekanisme penangkapan radikal bebas, penghambatan oksidasi seluler, serta modulasi jalur inflamasi. Karakterisasi fitokimia pada bahan herbal menjadi dasar dalam menentukan potensi suatu tanaman sebagai bahan baku pangan fungsional yang tidak hanya memiliki nilai nutrisi, tetapi juga memberikan efek fisiologis bagi tubuh (Gul et al., 2023). Daun pegagan (Centella asiatica) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki profil fitokimia khas, terutama dari kelompok triterpenoid pentasiklik. Senyawa utama seperti asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, dan madecassic acid telah banyak dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, serta berperan dalam stimulasi sintesis kolagen dan regenerasi jaringan. Selain triterpenoid, pegagan juga mengandung flavonoid, polifenol, dan senyawa fenolik yang berkontribusi terhadap kemampuan tanaman dalam menghambat stres oksidatif melalui mekanisme donor elektron dan netralisasi radikal bebas (Nagoor Meeran et al., 2020; Sun et al., 2023). Kandungan bioaktif tersebut menjadikan pegagan berpotensi dikembangkan sebagai bahan utama dalam produk pangan fungsional maupun minuman herbal kesehatan. Sementara itu, bunga telang (Clitoria ternatea) memiliki karakteristik fitokimia yang didominasi oleh senyawa flavonoid, khususnya antosianin jenis ternatin yang bertanggung jawab terhadap warna biru alami pada bunga. Antosianin merupakan kelompok pigmen fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi serta berperan dalam perlindungan sel terhadap kerusakan akibat radikal bebas. Selain antosianin, bunga telang juga mengandung flavonoid, asam fenolat, dan senyawa bioaktif lainnya yang dilaporkan memiliki aktivitas antiinflamasi, antimikroba, antidiabetes, serta mendukung kesehatan metabolik (Oguis et al., 2019; Kusrini et al., 2020; Khan et al., 2024). Kandungan fitokimia tersebut memperkuat potensi bunga telang sebagai bahan alami dalam pengembangan minuman fungsional dengan nilai kesehatan dan estetika yang tinggi. Kombinasi daun pegagan dan bunga telang dalam inovasi TEGA TEA berpotensi menghasilkan produk herbal dengan aktivitas biologis yang lebih optimal melalui perpaduan berbagai kelompok senyawa bioaktif, seperti triterpenoid, flavonoid, dan senyawa fenolik. Sinergisme komponen fitokimia tersebut dapat meningkatkan kapasitas antioksidan serta memberikan nilai tambah terhadap produk minuman herbal berbasis tanaman lokal. Oleh karena itu, pendekatan fitokimia menjadi landasan penting dalam pengembangan TEGA TEA, karena mampu menghubungkan kualitas bahan baku, potensi manfaat kesehatan, serta peluang pengembangan produk herbal bernilai ekonomi bagi UMKM (Panda et al., 2025).