Afrila Ardi Annisa
Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Perternakan, Universitas Sultan Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teknik Pengeringan Dengan Metode Yang Berbeda Pada Jagung Potong (Zea Mays L.) Afrila Ardi Annisa; Annisa Meliana; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih; Fharisa Nabila Rizvi
Agriculture and Biological Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/agiotech.3.2.44-47

Abstract

Pengeringan jagung merupakan proses penting dalam industri pertanian karena jagung merupakan salah satu sumber pangan dan industri pakan ternak. Jagung atau disebut juga dengan Zea mays L. merupakan tanaman yang bisa dijadikan sebagai pangan, pakan, dan bahan baku. Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, hasil produksi tanaman jagung di Indonesia mencapai 14,46 juta ton, hasil ini menurun 12,48% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 22,35 juta ton. Sedangkan hasil produksi Provinsi Riau pada tahun 2023 sebesar 1,28 juta ton. hasil ini mengalami penurunan sebanyak 140,89 ribu ton atau 9,91 dibandingkan dengan produksi pada tahun 2022 yang mencapai 1,42 juta ton. Pratikum ini berujuan untuk mengetahui berat basah, berat kering, dan susut bobot jagung potong yang dijemur dengan cahaya matahari + alas, cahaya matahari tanpa alas, dan suhu ruang. . Metode pratikum yang digunakan pertama dijemur di bawah matahari tanpa alas, kedua dijemur di bawah matahari dengan menggunakan alas, dan yang ketiga yaitu disimpan pada suhu ruang. Hail yang didapatkan dalam pratikum ini adalah bahwa pengaruh intensitas cahaya, suhu dan tempat penyimpanan jagung potong sangat mempengaruhi nilai berat kering dan susut bobot.. Semakin tinggi intensitas cahaya dan suhu yang ada, maka semakin tinggi pula nilai berat kering dan susut bobot jagung potong. Perlakuan pada cahaya matahari (32℃) dengan alas atau tanpa alas dapat meningkatkan masa simpan, sedangkan perlakuan pada suhu ruang justru mempersingkat masa simpan dan menyebabkan jagung menjadi berjamur.