Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMASI EFISIENSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) MELALUI KOMBINASI PAKAN KOMERSIAL DAN IKAN LEMURU PADA SISTEM KERAMBA JARING APUNG Diyo Wahyu Ardiansyah; Gede Ari Yudasmara; Hamdanul Fain
Vol 16 No 3 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i3.2346

Abstract

Biaya pakan yang tinggi merupakan kendala utama dalam budidaya ikan kakap putih (Lates calcarifer) di Keramba Jaring Apung (KJA), sehingga diperlukan strategi pemberian pakan yang lebih efisien tanpa mengurangi performa pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi pakan komersial dan ikan lemuru (Sardinella longiceps) terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kakap putih serta menentukan kombinasi pakan yang paling optimal. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A (100% pakan komersial), B (75% pakan komersial + 25% ikan lemuru), dan C (50% pakan komersial + 50% ikan lemuru). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (Specific Growth Rate/SGR), rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR), tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR), dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pakan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan (p<0,05). Perlakuan B menghasilkan performa terbaik dengan pertumbuhan panjang mutlak 5,07 cm, pertumbuhan berat mutlak 50,5 g, nilai SGR 2,225% per hari, dan nilai FCR terendah sebesar 1,877 g/g. Tingkat kelangsungan hidup ikan berkisar 90–93%, sedangkan parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal selama penelitian. Dengan demikian, kombinasi 75% pakan komersial dan 25% ikan lemuru merupakan formulasi yang paling efektif untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kakap putih pada sistem Keramba Jaring Apung.
ANALISIS ISI PERUT IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI KERAMBA JARING APUNG (KJA) DANAU BATUR, BALI Ni Komang Lina Tetri Saraswati; Gede Iwan Setiabudi; Hamdanul Fain
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 5 No. 01 (2026): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v5i01.2286

Abstract

This study aims to identify feed composition and analyze the Frequency of Occurrence (FO) of both natural and artificial feed in the digestive tract of Nile tilapia. The research employed a quantitative descr iptive approach with purposive sampling techniques, in which 40 fish (150–300 g) were collected from four geographical locations (North, South, East, and West). The digestive tract contents were preserved using 4% formalin and identified using a binocular microscope (10×–40× magnification). The results revealed a broad dietary spectrum consisting of 20 taxa, dominated by Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Zygnematophyceae, Cyanobacteria, and Zooplankton. Four taxa exhibit ted an absolute FO value of 100%: Nitzschia sp., Chlorella sp., Microcy stis sp., and Brachionus sp., while pellet fragments showed a relatively low FO value of only 10%. The presence of periphytic organisms (Epithe mia sp., Navicula sp.) and benthic mites (Hydrachnidia sp.) indicates active grazing behavior of fish on the floating net cage structures. The consistent presence of Microcystis sp. acts as a bioindicator of eutrophic ation in Danau Batur. Concludes that Nile tilapia cultured in floating net cages still significantly utilize natural feed resources, thereby providing opportunities to improve the efficiency of artificial feeding management.
Analisis Kepadatan Benih Terhadap Sintasan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus × E. Lanceolatus) pada Transportasi Sistem Tertutup A. Dzunun Yubi Pradana; Kadek Lila Antara; Hamdanul Fain
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 9 No 1 (2026): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2026
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v9i1.5518

Abstract

Transportasi sistem tertutup merupakan tahapan kritis dalam distribusi benih ikan kerapu yang berpotensi menyebabkan mortalitas tinggi akibat penurunan kualitas lingkungan media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kepadatan terhadap kelulushidupan (survival rate) benih ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus × E. lanceolatus), serta menentukan kepadatan optimal pada simulasi pengangkutan selama 24 jam. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan kepadatan, yaitu P1 (150 ekor/5 L), P2 (175 ekor/5 L), dan P3 (200 ekor/5 L), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan serta kualitas air, yaitu suhu, oksigen terlarut (DO), pH, dan amonia. Hasil analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa variasi kepadatan berpengaruh signifikan (P < 0,05) terhadap kelulushidupan benih. Nilai kelulushidupan tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 97,77% ± 1,01, diikuti P2 sebesar 95,23% ± 0,87, sedangkan nilai terendah terjadi pada P3 sebesar 71,06% ± 1,00. Penurunan kelulushidupan pada kepadatan tinggi sejalan dengan degradasi kualitas air, yang ditandai oleh peningkatan konsentrasi amonia hingga 0,3 mg/L serta penurunan oksigen terlarut hingga 5,5 mg/L. Kepadatan 150 ekor per 5 liter merupakan kondisi optimal dalam mempertahankan stabilitas fisiologis benih serta meningkatkan efisiensi transportasi dalam sistem tertutup.