Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wordwall-Based Gamified Instruction for Enhancing Primary Students’ Learning Interest in Islamic Religious Education: A Two-Cycle Classroom Action Research Tasyha Hidayati; Andryadi; Novita Nurul Hidayah; Sugeng Kurniawan; Baili; Isti Fajri Khairunnisa
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 1 Februari 2025: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persistently low learning interest among Indonesian primary-school pupils in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam, PAI) constrains the depth of moral and cognitive engagement that the subject is intended to develop. Although Wordwall, a browser-based gamified-learning platform, has been examined in thematic, science, and mathematics instruction, its behavioral effect within the PAI context of Integrated Islamic Primary Schools (SDIT) remains underexplored. This study examined whether structured Wordwall use raises learning-interest indicators across two action-research cycles. Following the Kemmis and McTaggart spiral model, planning, action, observation, and reflection phases were enacted with 19 fourth-grade pupils (5 male, 14 female) at SDIT Mutiara Hati, Tebo Regency, during the even semester of 2024/2025. Wordwall activities (matching pairs, true-or-false, gameshow quiz) were embedded into PAI lessons on Praiseworthy Conduct (Akhlak Terpuji). Three behavioral indicators attention, active participation, and feelings of enjoyment were rated by two co-observers using a four-point rubric (±1 scale point inter-rater tolerance), supported by semi-structured interviews and photographic documentation. Quantitative scores were summarised as percentages; qualitative records were analysed through reduction, display, and verification. Mean learning interest rose from 38.0% (poor) at baseline to 56.5% (sufficient) after Cycle I and 81.0% (very good) after Cycle II, an absolute gain of 43.0 percentage points. All three indicators improved monotonically, with attention exhibiting the largest single-cycle gain (26.5 points, Cycle I). Wordwall-based gamified instruction is therefore an effective behavioural intervention for primary-school PAI in resource-constrained settings, and merits replication on larger samples and across different content domains
Adaptive Implementation of Foreign-Language Regulation in an Indonesian Tahfidz Pesantren: A Qualitative Study of Bi'ah Lughawiyah Wismawati; Baili; Wiwin Narti
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v1i1.1595

Abstract

Regulasi bahasa asing telah menjadi instrumen berulang di pesantren Indonesia yang berusaha membangun lingkungan linguistik yang imersif, namun implementasi tingkat lapangan sering menyimpang dari desain kebijakan. Penelitian ini mengkaji bagaimana aturan bahasa asing diberlakukan, diperebutkan, dan diadaptasi di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Alhusna di Kabupaten Bungo, di mana bahasa Arab dan Inggris bergantian setiap minggu di semua interaksi sehari-hari. Desain kualitatif deskriptif digunakan; Data diperoleh melalui observasi partisipatif selama 18 jam di dua siklus rotasi, tiga wawancara semi terstruktur (koordinator bahasa, pengawas asrama, Santri senior) masing-masing berlangsung selama 45-60 menit, dan analisis dokumen jadwal bahasa, buku catatan Mufradat, dan catatan pengawasan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dan ditriangulasi berdasarkan sumber, metode, dan keterlibatan yang berkepanjangan. Tiga temuan muncul. Pertama, implementasi bertumpu pada empat pilar operasional—rotasi mingguan, pembinaan intensif (mufradat, muhadatsah, muhadharah), pengawasan berlapis, dan sistem sanksi-imbalan. Kedua, lima kendala berulang berpotongan: kesenjangan leksikal, penghambatan psikologis, kepadatan jadwal (≈16 jam aktif/hari), media pendukung terbatas, dan kemahiran dasar yang heterogen. Ketiga, empat strategi adaptif menstabilkan regulasi: pendampingan pribadi humanistik, penyediaan sumber daya linguistik secara bertahap, target yang dibedakan di tiga tingkat kemahiran, dan integrasi kepatuhan bahasa ke dalam kelas akhlaq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan bi'ah lughawiyah kurang bergantung pada ketegasan regulasi daripada pada kemampuan beradaptasi manajerial, dukungan ekosistem, dan pendampingan humanistik yang mengkalibrasi ulang aturan ke heterogenitas peserta didik.