Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Wordwall-Based Gamified Instruction for Enhancing Primary Students’ Learning Interest in Islamic Religious Education: A Two-Cycle Classroom Action Research Tasyha Hidayati; Andryadi; Novita Nurul Hidayah; Sugeng Kurniawan; Baili; Isti Fajri Khairunnisa
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 1 Februari 2025: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persistently low learning interest among Indonesian primary-school pupils in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam, PAI) constrains the depth of moral and cognitive engagement that the subject is intended to develop. Although Wordwall, a browser-based gamified-learning platform, has been examined in thematic, science, and mathematics instruction, its behavioral effect within the PAI context of Integrated Islamic Primary Schools (SDIT) remains underexplored. This study examined whether structured Wordwall use raises learning-interest indicators across two action-research cycles. Following the Kemmis and McTaggart spiral model, planning, action, observation, and reflection phases were enacted with 19 fourth-grade pupils (5 male, 14 female) at SDIT Mutiara Hati, Tebo Regency, during the even semester of 2024/2025. Wordwall activities (matching pairs, true-or-false, gameshow quiz) were embedded into PAI lessons on Praiseworthy Conduct (Akhlak Terpuji). Three behavioral indicators attention, active participation, and feelings of enjoyment were rated by two co-observers using a four-point rubric (±1 scale point inter-rater tolerance), supported by semi-structured interviews and photographic documentation. Quantitative scores were summarised as percentages; qualitative records were analysed through reduction, display, and verification. Mean learning interest rose from 38.0% (poor) at baseline to 56.5% (sufficient) after Cycle I and 81.0% (very good) after Cycle II, an absolute gain of 43.0 percentage points. All three indicators improved monotonically, with attention exhibiting the largest single-cycle gain (26.5 points, Cycle I). Wordwall-based gamified instruction is therefore an effective behavioural intervention for primary-school PAI in resource-constrained settings, and merits replication on larger samples and across different content domains
Principal Accountability in the Governance of Islamic Education Programs: A Case Study at Madrasah Aliyah Wali Songo Tebo Muttaqin; Sarmila; Sugeng Kurniawan; Talitha Dzakirah; M. Nuri Mu’allim; Baili
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): JIPSI Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v1i2.1597

Abstract

Public confidence in newly established madrasahs depends heavily on whether their principals can demonstrate measurable accountability when delivering Islamic education programs. Most existing studies, however, focus on long-standing institutions in urban centers, leaving rural and recently founded madrasahs in Sumatra largely unexamined. This article therefore investigates how the principal of Madrasah Aliyah Wali Songo Tebo a five-year-old institution serving 58 students in Jambi Province, Indonesia operationalizes accountability across the planning, implementation, and reporting phases of Islamic education programs, and identifies the determinants that shape such accountability. A qualitative single embedded case study design was employed between February and May 2025. Data were generated through 18 in-depth interviews with the principal, six teachers, and eleven purposively selected students, complemented by non-participant observation across 21 school days and document review of 14 program reports and budget vouchers. Data were analyzed using the interactive model of data condensation, display, and verification, with credibility secured through source and method triangulation, member checking, and an audit trail. Findings reveal that accountability is enacted through three structured programs hadroh, hitobah, and Islamic-holiday commemorations each documented with itemized budgets and post-event reports submitted to parents and the foundation board. Disciplinary accountability is enforced through a teacher attendance log, a 15-minute early-morning duty schedule, and a parent-approved IDR 10,000 truancy fine. Four determinants emerge: leadership competence, personal integrity, supervision-and-regulation systems, and resource sufficiency. Although funding and facilities meet ministerial standards, teacher shortages compel several teachers to handle up to three subjects, weakening pedagogical effectiveness. The study concludes that accountability functions as a multidimensional managerial mechanism rather than a purely administrative obligation, and that human-resource sufficiency is its most fragile pillar in newly established rural madrasahs.
Implementation of the Inquiry Learning Model to Enhance Students' Conceptual Understanding in Islamic Religious Education: A Qualitative Study at a State Vocational High School in Tebo, Indonesia Qori'atun Munawaroh; Andryadi; Sugeng Kurniawan; Novita Nurul Hidayah; Sriyani; Siti Khamim
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i1.1609

Abstract

Pendidikan Agama Islam (IRE) di tingkat menengah atas di Indonesia terus didominasi oleh pengajaran berbasis ceramah, yang membatasi keterlibatan aktif peserta didik dengan konstruksi spiritual abstrak seperti mahabbah (cinta), khauf (ketakutan), raja' (harapan), dan tawakkal (kepercayaan kepada Tuhan). Studi ini mengkaji bagaimana model inkuiri-pembelajaran dioperasionalkan di ruang kelas IRE di sekolah menengah kejuruan negeri dan mengidentifikasi kondisi yang memungkinkan atau membatasi implementasinya. Desain deskriptif kualitatif diterapkan di SMK Negeri 2 Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, antara bulan Juni hingga September 2024. Data dihasilkan melalui delapan observasi kelas non-peserta, dua belas wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru IRE, dan siswa kelas-XI, dan analisis dokumen rencana pelajaran dan artefak pengajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles-Huberman, dan kredibilitas ditetapkan melalui triangulasi sumber dan teknik serta pemeriksaan anggota. Temuan ini menunjukkan bahwa model inkuiri-pembelajaran terungkap di lima tahap operasional dan diberlakukan melalui delapan teknik pedagogis, termasuk pembingkaian kontekstual, pertanyaan terpandu, diskusi kasus, bermain peran, jurnal reflektif, dan pemetaan konsep. Implementasi didukung oleh ruang kelas dan sumber belajar yang memadai, namun terkendala oleh peralatan media yang terbatas, kesiapan guru yang tidak merata, kebisingan lingkungan, dan keterlambatan siswa. Model ini memperkuat keterlibatan peserta didik dan pemahaman konseptual ketika guru merancang pertanyaan yang menghubungkan konstruksi spiritual dengan pengalaman hidup peserta didik. Studi ini menyumbangkan catatan berbasis konteks tentang pembelajaran inkuiri dalam IRE kejuruan dan menawarkan kerangka kerja praktis bagi guru dan pemimpin sekolah yang bertujuan untuk bergerak melampaui pengajaran ekspositori.
INTERNALISASI ETIKA LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hana Sutri; Sriani Sriani; Sugeng Kurniawan; Joni Juli Yandra; Wiwin Narti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.59586

Abstract

Krisis ekologis yang semakin mengemuka di Indonesia menuntut revitalisasi pendidikan berbasis nilai, khususnya melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang secara teologis mengandung prinsip pelestarian alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi etika lingkungan dalam perspektif Islam melalui pembelajaran PAI di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipusat, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pembelajaran dari tiga satuan pendidikan (SMP/MTs) di wilayah Bungo. Analisis tematik mengungkap empat temuan utama: (1) integrasi materi ekologis masih bersifat parsial dan bergantung pada inisiatif guru, (2) internalisasi nilai berjalan melalui tahapan kognitif-afektif-psikomotorik yang diperkuat oleh praktik kontekstual, (3) faktor pendukung meliputi kesadaran komunitas lokal dan program sekolah adiwiyaya, sementara penghambat utamanya adalah budaya ujian terstandarisasi dan minimnya modul ajar terintegrasi, serta (4) dampak internalisasi terlihat pada perubahan perilaku pro-lingkungan siswa meskipun belum terlembaga secara sistemik. Studi ini merekomendasikan penyusunan panduan integrasi kurikulum, penguatan kompetensi pedagogik-ekologis guru PAI, serta kolaborasi lintas mata pelajaran untuk memperkuat pendidikan lingkungan berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model PAI yang responsif terhadap agenda keberlanjutan global dan kontekstualisasi Kurikulum Merdeka.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS ECO-PESANTREN DI MUARA BUNGO: INTEGRASI NILAI KEISLAMAN DAN LITERASI EKOLOGIS UNTUK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN Febriyadi Febriyadi; Muhammad Sabli; Novi Riani; Sugeng Kurniawan; Andryadi Andryadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.59590

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas, kepraktisan, serta efektivitas model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Eco-Pesantren yang dikontekstualisasikan untuk wilayah Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) mengadaptasi model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap utama. Subjek penelitian meliputi lima guru PAI, tiga puluh santri tingkat menengah, serta empat validator ahli (dua dosen PAI, satu ahli pendidikan lingkungan, satu ahli desain pembelajaran). Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar validasi ahli, angket kepraktisan, tes literasi ekologis, pedoman observasi implementasi, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan pendekatan campuran: validitas isi diukur dengan koefisien Aiken’s V, reliabilitas instrumen dengan Cronbach’s α, peningkatan hasil belajar diuji menggunakan N-Gain dan paired t-test, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memenuhi kriteria valid (V = 0,88), praktis (skor kepraktisan guru 4,15/5,00 dan santri 4,22/5,00), serta efektif meningkatkan literasi ekologis santri (N-Gain = 0,71 kategori tinggi, p < 0,01) dan pemahaman kontekstual PAI. Model ini mengintegrasikan lima fase pembelajaran: (1) eksplorasi nilai tauhid-ekologis, (2) identifikasi masalah lingkungan lokal, (3) perancangan proyek pesantren hijau, (4) implementasi dan monitoring partisipatif, serta (5) refleksi spiritual-evaluasi komunitas. Temuan ini menjawab kesenjangan antara pendekatan PAI yang masih tekstual-doktriner dengan kebutuhan aktual pendidikan keberlanjutan di wilayah yang mengalami tekanan ekologis akibat ekspansi perkebunan dan degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Model ini direkomendasikan untuk diadopsi dalam kurikulum pesantren dan sekolah keagamaan, serta dikembangkan lebih lanjut melalui studi longitudinal dan replikasi di konteks geografis berbeda.
PEMBELAJARAN REFLEKTIF DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENGEMBANGKAN KESADARAN MORAL SISWA DI BUNGO Yuyun Sinta Nara; Baili Baili; Mabruri Mabruri; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.60032

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam pembentukan karakter dan kesadaran moral peserta didik, namun implementasinya di lapangan masih sering terjebak pada pendekatan tekstual-hafalan yang kurang menyentuh dimensi internalisasi nilai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan dinamika implementasi pembelajaran reflektif dalam mata pelajaran PAI untuk mengembangkan kesadaran moral siswa di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan desain mixed-methods explanatory sequential, penelitian melibatkan 120 siswa dan 8 guru PAI dari tiga SMP/MTs yang dipilih secara purposif. Instrumen meliputi Skala Kesadaran Moral (SKM), jurnal refleksi, pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan rubrik penilaian proyek moral. Intervensi berlangsung selama 12 minggu dengan model pembelajaran reflektif yang diintegrasikan dalam modul PAI berbasis Kurikulum Merdeka. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada skor kesadaran moral siswa (p < 0,01), terutama pada dimensi empati, tanggung jawab sosial, penalaran etis, dan regulasi diri. Temuan kualitatif mengungkap empat tema utama: (1) pergeseran paradigma dari hafalan menuju pemahaman kontekstual, (2) jurnal refleksi sebagai media internalisasi nilai, (3) dialog reflektif sebagai katalis empati antar-siswa, dan (4) tantangan struktural berupa keterbatasan waktu, variasi kompetensi guru, dan beban administratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran reflektif dalam PAI efektif mengembangkan kesadaran moral ketika didukung oleh desain pedagogis terstruktur, kontekstualisasi kearifan lokal Bungo, dan pendampingan guru yang konsisten. Rekomendasi ditujukan kepada pengambil kebijakan, lembaga pelatihan guru, dan peneliti lanjutan untuk mengembangkan modul reflektif PAI yang terstandarisasi serta melakukan studi longitudinal.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGASUHAN ANAK GENERASI ALPHA DI KABUPATEN BUNGO: STRATEGI, TANTANGAN, DAN MODEL INTEGRATIF Lukman Saputra; Sugeng Kurniawan; Baili Baili; Sriani Sriani; Novi Riani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.60033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pengasuhan anak Generasi Alpha di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Generasi Alpha (kelahiran 2010–2025) menghadapi tantangan unik berupa dominasi ekosistem digital, pergeseran pola interaksi keluarga, dan fragmentasi perhatian yang berpotensi melemahkan transmisi nilai keagamaan. Menggunakan desain kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan 15 orang tua, 5 guru PAI, dan 3 tokoh agama yang dipilih secara purposif dari tiga kecamatan representatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diverifikasi melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga strategi utama internalisasi: (1) keteladanan digital-spiritual yang mengintegrasikan uswah hasanah dengan literasi gawai, (2) ritualisasi ibadah dengan pendekatan kontekstual dan gamifikasi edukatif, serta (3) kolaborasi tripartit keluarga-madrasah-komunitas sebagai ekosistem nilai. Tantangan utama meliputi dominasi layar yang mengurangi dialog intergenerasional, kesenjangan literasi digital-keagamaan orang tua, dan komersialisasi konten agama di platform digital. Penelitian ini mengusulkan Model Pengasuhan PAI Generasi Alpha Berbasis Triangulasi Nilai (MIP-Alpha) yang menghubungkan internalisasi kognitif-afektif-psikomotorik dengan adaptasi pedagogis-digital. Temuan berkontribusi pada pengembangan teori pendidikan Islam kontemporer, praktik pengasuhan berbasis bukti, serta rekomendasi kebijakan untuk penguatan karakter religius di era digital.