Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengelompokan  kabupatan/kota di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan Penyakit Menular Menggunakan Algoritma K-Means suriaty suriaty padang; Setiani Hulu; Sardo Parningotan Sipayung
Informatics and Computer Engineering Journal Vol 6 No 1 (2026): Periode Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/icej.v6i1.11779

Abstract

Infectious diseases remain a major public health problem in North Sumatra Province. The uneven distribution of infectious diseases across districts and cities has resulted in suboptimal disease control efforts that are often not well targeted. Several infectious diseases that still require special attention include tuberculosis, leprosy, malaria, and dengue fever. Variations in disease incidence among regions indicate the need for an analytical method capable of describing disease distribution patterns in a structured manner to support regional-based health policy prioritization. This study applies a data mining approach using clustering methods with the K-Means algorithm to group districts and cities in North Sumatra Province based on infectious disease characteristics. The data used include indicators of tuberculosis case detection, tuberculosis treatment success rates, the number of leprosy cases, malaria morbidity rates, and dengue fever morbidity rates. The study area covers Tapanuli Tengah, Toba Samosir, Labuhanbatu, Simalungun, Dairi, Karo, Deli Serdang, Langkat, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Batu Bara, Padang Lawas, and Labuhanbatu Utara. The research stages consist of data preprocessing, determining the number of clusters, distance calculation using Euclidean Distance, and iterative processes until stable clustering results are obtained. The results show that districts and cities in North Sumatra Province can be grouped into three clusters, namely regions with high, medium, and low levels of infectious diseases. This clustering is expected to support decision-making in determining priority areas for infectious disease control by local governments
Optimasi Ketersediaan Web Server dengan Round Robin, Haproxy, dan Keepalived Setiani Hulu; Michele Abelisa Manalu; Lotar Mateus Sinaga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11414

Abstract

Pesatnya perkembangan layanan digital menuntut ketersediaan infrastruktur web server yang andal dan responsif. Penggunaan server tunggal berpotensi menimbulkan masalah serius berupa beban kerja berlebih dan risiko Single Point of Failure. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini mengimplementasikan arsitektur load balancing menggunakan HAProxy dengan algoritma Round Robin serta mekanisme high availability berbasis Keepalived untuk meningkatkan ketersediaan layanan secara berkelanjutan. Metode eksperimental diterapkan melalui implementasi sistem secara langsung pada lingkungan virtual berbasis Debian, menggunakan topologi yang terdiri atas satu server master, satu server backup, dan satu klien penguji. Dalam konfigurasi ini, HAProxy berfungsi mendistribusikan trafik HTTP secara bergantian ke dua server backend untuk mencegah saturasi sumber daya, sedangkan Keepalived mengelola Virtual IP melalui protokol VRRP untuk mendukung failover secara otomatis. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu membagi permintaan simulasi 6.000 sample request menggunakan Apache Jmeter secara merata dengan rasio 50:50, sehingga mampu menekan error rate secara signifikan menjadi 2,35%. Saat server master mengalami gangguan buatan, mekanisme failover bekerja cepat dalam rentang waktu satu detik, diikuti proses failback yang lancar tanpa memutus sesi koneksi klien aktif. Berdasarkan pedoman standar TIPHON, kualitas jaringan pascapengujian dikategorikan “Sangat Bagus” dengan nilai packet loss 2% dan rata-rata latensi 47 ms. Kombinasi HAProxy dan Keepalived terbukti efektif menjaga kontinuitas layanan dan meningkatkan keandalan sistem.