This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Indonesia
Andi Hasrianti
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAYA BAHASA RETORIS DALAM NASKAH POLITIK: KAJIAN BUKU 'PARADOKS INDONESIA DAN SOLUSINYA' KARYA PRABOWO SUBIANTO Abdul Wahid; Andi Sukri Syamsuri; Abd. Rahman Rahim; Muh. Arief Muhsin; Andi Hasrianti
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.1807

Abstract

Gaya Bahasa Retoris dalam Naskah Politik: Kajian Buku 'Paradoks Indonesia dan Solusinya' Karya Prabowo Subianto. Di era informasi yang semakin kompleks, kemampuan politisi dalam menyampaikan pesan secara efektif dapat mempengaruhi opini publik dan membentuk persepsi masyarakat. Buku "Paradoks Indonesia dan Solusinya" karya Prabowo Subianto menjadi contoh penting dalam hal ini, karena mengandung berbagai elemen retoris yang dapat dianalisis untuk memahami strategi komunikasi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi gaya bahasa retoris yang terdapat dalam buku tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian berupa teks dari buku Prabowo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis isi, yang difokuskan pada identifikasi dan pemahaman elemen-elemen retoris yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prabowo Subianto menggunakan berbagai teknik retoris secara efektif, di antaranya: repetisi untuk memperkuat pesan, logos untuk menyajikan argumen berbasis data, pathos untuk membangun ikatan emosional, ethos untuk menegaskan kredibilitas, serta metafora dan antitesis untuk memperjelas kontradiksi dalam argumentasi. Selain itu, pertanyaan retoris berfungsi untuk mendorong pembaca berpikir kritis tentang isu-isu yang diangkat. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan gaya bahasa retoris dalam buku tersebut tidak hanya memperkuat pesan politik, tetapi juga berpotensi mempengaruhi pandangan dan sikap pembaca. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih dalam tentang retorika dalam konteks komunikasi politik, serta pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kesadaran sosial. Dengan demikian, diharapkan bahwa studi ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori komunikasi politik dan praktik di Indonesia