I Kadek Antartika
Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Japanese Directive Speech Acts in the Anime Skip and Loafer I Ketut Windra Yuda; I Kadek Antartika; Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti
Global Education Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.1807

Abstract

In pragmatic studies, speech is one of the studies that discusses the use of speech in a conversation. The purpose of this study is to analyze the meaning of directive speech acts, the forms of directive speech acts used, and social contextual factors that influence the selection of directive speech act forms used in the anime Skip and Loafer. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The data collection method used is the observation method followed by note-taking. In analyzing the data, the study employs Namatame`s (1996) theory of the meaning of directive speech acts, Yule`s (1996) theory of speech act expressions, and Hymes`(1974) theory of speech acts. The results of the study indicate that 44 instances of directive speech acts were identified in the anime Skip and Loafer. From this data, six meaning of directive speech acts were identified: command, request, prohibition, permission, suggestion, and invitation. Based on the form of speech act expressions used, 37 instances of direct speech acts and 7 instances of indirect speech acts were found. Meanwhile, the social contextual factors that influence the selection of directive speech act expressions used in the anime Skip and Loafer include setting and scene, which indicate the formal nature of the situation and the location of the conversation; participants, which indicate the speaker`s role, differences in status, and relationship between the speaker and the addressee; and ends, which indicate the speaker`s intention or purpose in uttering the speech act.
Analisis Penggunaan Shuujoshi Danseigo oleh Tokoh Wanita Ayase Momo dalam Anime Dandadan Season 1 Gede Ardiyana; Kadek Eva Krishna Adnyani; I Kadek Antartika
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16915

Abstract

Shuujoshi danseigo merupakan partikel akhir kalimat dalam bahasa Jepang yang umumnya digunakan oleh pria untuk menunjukan berbagai emosi dan perasaan kepada mitra tutur. Namun dalam prakteknya ada kalanya ditemukan fenomena penggunaan shuujoshi danseigo oleh tokoh wanita seperti yang terdapat pada tokoh Ayase Momo dalam anime Dandadan season 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut bentuk, fungsi dan faktor yang memengaruhi penggunaan shuujoshi danseigo oleh tokoh wanita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat. Hasil penelitian menemukan bentuk penggunaan shuujoshi danseigo na, sa, darou, zo, ze, dan kana. Fungsi shuujoshi danseigo yang ditemukan meliputi beberapa diantaranya yaitu, untuk menyatakan keraguan, meminta persetujuan, serta menegaskan ungkapan emosi atau perasaan. Faktor yang memengaruhi penggunaan shuujoshi danseigo yaitu, faktor mitra tutur yang didominasi oleh pria, lingkungan tutur terutama keluarga yang sering menggunakan ragam bahasa danseigo, faktor keakraban dengan mitra tutur dan faktor emosi yang dialami. Dengan demikian dalam anime Dandadan tokoh Ayase Momo yang merupakan seorang wanita juga dapat menggunakan shuujoshi danseigo yang umumnya digunakan oleh pria dikarenakan adanya berbagai faktor yang memengaruhi yaitu, berkaitan dengan fungsi dari shuujoshi tersebut, maksud atau tujuan tuturan, mitra tutur dan faktor lingkungan tutur.