Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengembangkan Warga Negara, Bukan Sekadar Tenaga Kerja: Urgensi Civic Engagement dalam Pendidikan di Era Society 5.0 Khorinah Nur Ajijah; Cahyaning Widhyastuti; Astri Firdasannah
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia menunjukkan kecenderungan semakin kuatnya orientasi pendidikan pada kebutuhan pasar kerja dan industri. Kondisi ini berpotensi menggeser fungsi pendidikan sebagai sarana pembentukan kesadaran sosial dan tanggung jawab kewargaan. Di sisi lain, generasi muda Indonesia menghadapi paradoks berupa meningkatnya akses pendidikan dan teknologi yang tidak selalu diikuti oleh tingginya keterlibatan sosial. Fenomena rendahnya partisipasi pemuda dalam organisasi, ruang pengambilan keputusan, serta munculnya kecenderungan orientasi individual yang tercermin dalam fenomena #KaburAjaDulu menunjukkan pentingnya penguatan civic engagement dalam pendidikan. Esai ini bertujuan menganalisis urgensi civic engagement sebagai orientasi pendidikan di era Society 5.0. Pembahasan dilakukan melalui kajian konseptual mengenai hubungan antara perkembangan teknologi digital, keterhubungan sosial, dan partisipasi kewargaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dapat memperluas partisipasi sosial apabila dimanfaatkan secara aktif dan kritis, tetapi juga berpotensi menghasilkan keterlibatan semu yang bersifat pasif dan performatif. Oleh karena itu, pendidikan perlu mengintegrasikan civic engagement melalui pembelajaran berbasis proyek, pengalaman sosial langsung, pembelajaran partisipatif, serta penguatan literasi digital yang berorientasi pada empati dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, pendidikan di era Society 5.0 tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik dan profesional, tetapi juga warga negara yang aktif, kritis, dan peduli terhadap kehidupan masyarakat.