Resi Azzahra Natasya Asmadita
Universitas Asahan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pemahaman Konsep Pecahan Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 010091 Kisaran Baru Fiqih Andrian Nasution; Sakila Azria Fitri; Khairunisa; Resi Azzahra Natasya Asmadita; Juliyani Safika Dewi; Elfira Rahmadani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 2 (2026): JIMNU - JULI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i2.703

Abstract

Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang penerapannya sering dijumpai dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana siswa kelas IV SD Negeri 010091 Kisaran Baru memahami konsep pecahan. Metode yang digunakan berbentuk deskriptif kualitatif dengan melibatkan 26 siswa sebagai subjek kajian. Data dihimpun melalui empat cara, yakni tes, pengamatan, wawancara, dan penelusuran dokumen. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pemahaman siswa atas konsep pecahan tergolong masih rendah, dibuktikan oleh angka ketuntasan belajar yang hanya menyentuh 23,07%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya lemahnya penguasaan dasar pecahan, rendahnya keterlibatan siswa saat belajar, serta metode pengajaran yang belum diterapkan secara maksimal. Mengacu pada hasil tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendorong peningkatan pemahaman siswa terhadap pecahan. Fraction is a fundamental mathematical topic that frequently appears in everyday situations. This study set out to examine how well fourth-grade students at SD Negeri 010091 Kisaran Baru grasp the concept of fractions. A qualitative descriptive design was employed, with 26 students taking part as participants. Four data-gathering techniques were used: testing, observation, interviews, and document review. Findings revealed that students’ grasp of fraction concepts was still limited, shown by a completion rate of only 23,07%. Several factors contributed to this outcome, among them a weak foundation in basic fraction concepts, low student involvement during lessons, and teaching methods that had not been optimally applied. Based on these findings, more interactive learning strategies are needed to help strengthen students’ conceptual grasp of fractions.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Pada Materi Distribusi Marginal Terhadap Mahasiswa Pendidikan Matematika Luri Nursucita; Nita Kurnia Sari; Resi Azzahra Natasya Asmadita; Muthia Dewi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.865

Abstract

Mahasiswa yang menekuni bidang pendidikan matematika harus menguasai pemahaman konseptual, terutama dalam materi statistik seperti distribusi marginal. Tujuan dari kajian ini adalah menilai, dengan menggunakan indikator pemahaman konseptual, kompetensi pemahaman konseptual matematika mahasiswa pendidikan matematika sehubungan dengan konten distribusi marginal. Kajian ini menerapkan desain penelitian deskriptif serta metodologi kualitatif. mahasiswa yang telah menamatkan mata kuliah Statistika dalam Program Studi Pendidikan Matematika dijadikan subjek kajian. Ujian tertulis berupa pertanyaan esai yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konseptual—seperti kemampuan untuk menyatakan ulang konsep, mengelompokkan unsur distribusi marginal, memberikan contoh dan bukan contoh, menyampaikan konsep dalam berbagai bentuk representasi, menerapkan prosedur penurunan distribusi marginal, serta mengimplementasikan dan menginterpretasikan konsep dalam penyelesaian masalah—digunakan untuk menghimpun data. Berdasarkan hasil, mahasiswa, atau 10% dari keseluruhan, termasuk dalam kategori pemahaman konseptual tinggi, mahasiswa, atau 50%, termasuk dalam kategori menengah, dan mahasiswa atau 40%, termasuk dalam kategori rendah. Sementara mahasiswa dalam kategori menengah telah menguasai prosesnya namun pemahaman mereka masih belum utuh, mahasiswa dalam kategori rendah cenderung mengalami kesulitan dengan makna kontekstual distribusi marginal. Mahasiswa dalam kelompok teratas memiliki pemahaman konseptual yang komprehensif dan konsisten. Secara keseluruhan, pemahaman konseptual mahasiswa terhadap isi distribusi marginal berada pada tingkat sedang.