This study aims to evaluate the impact of using role-playing methods on the level of emotional intelligence and verbal skills among elementary school/Madrasah Ibtidaiyah students. The background of the study notes the dominance of an educational orientation that places greater emphasis on cognitive aspects, thereby often neglecting the emotional dimensions and communication skills of children. The adopted approach is qualitative, employing a systematic literature review that examines ten leading scientific sources. The research process includes the stages of identification, screening, eligibility assessment, and synthesis of findings. The analysis indicates that the consistent application of role-playing makes a significant contribution to enhancing emotional intelligence and verbal skills. Key findings show an increase of up to 88.88% in speaking proficiency indicators, as well as strengthened self-control and empathy in students through realistic situational simulations. The conclusion affirms that role-playing is an effective strategy for balancing students’ affective and cognitive development, thereby fostering adaptive and empathetic communication. ABSTRAK Penelitian ini berupaya mengevaluasi pengaruh penggunaan metode bermain peran terhadap tingkat kecerdasan emosional serta kemampuan verbal pada siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang studi mencermati dominasi orientasi pendidikan yang lebih menekankan aspek kognitif, sehingga sering mengabaikan dimensi emosional dan keterampilan komunikasi anak. Pendekatan yang diadopsi bersifat kualitatif dengan tipe studi literatur (systematic literature review) yang menelaah sepuluh sumber ilmiah terkemuka dengan rentang waktu selama 10 terakhir. Proses penelitian meliputi tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis temuan. Analisis mengindikasikan bahwa penerapan bermain peran secara konsisten memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan kemampuan verbal. Temuan utama menunjukkan peningkatan hingga 87,87 % pada indikator keberhasilan berbicara serta penguatan kontrol diri dan empati siswa melalui simulasi situasi yang realistis. Kesimpulan menegaskan bahwa bermain peran merupakan strategi efektif untuk menyeimbangkan perkembangan afektif dan kognitif siswa, sehingga menghasilkan komunikasi yang adaptif dan berempati.