Ifa Fatatul Mukarromah
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMAMPUAN VERBAL SISWA SD/MI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ifa Fatatul Mukarromah; Uswatun Hasanah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.11636

Abstract

This study aims to evaluate the impact of using role-playing methods on the level of emotional intelligence and verbal skills among elementary school/Madrasah Ibtidaiyah students. The background of the study notes the dominance of an educational orientation that places greater emphasis on cognitive aspects, thereby often neglecting the emotional dimensions and communication skills of children. The adopted approach is qualitative, employing a systematic literature review that examines ten leading scientific sources. The research process includes the stages of identification, screening, eligibility assessment, and synthesis of findings. The analysis indicates that the consistent application of role-playing makes a significant contribution to enhancing emotional intelligence and verbal skills. Key findings show an increase of up to 88.88% in speaking proficiency indicators, as well as strengthened self-control and empathy in students through realistic situational simulations. The conclusion affirms that role-playing is an effective strategy for balancing students’ affective and cognitive development, thereby fostering adaptive and empathetic communication. ABSTRAK Penelitian ini berupaya mengevaluasi pengaruh penggunaan metode bermain peran terhadap tingkat kecerdasan emosional serta kemampuan verbal pada siswa Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang studi mencermati dominasi orientasi pendidikan yang lebih menekankan aspek kognitif, sehingga sering mengabaikan dimensi emosional dan keterampilan komunikasi anak. Pendekatan yang diadopsi bersifat kualitatif dengan tipe studi literatur (systematic literature review) yang menelaah sepuluh sumber ilmiah terkemuka dengan rentang waktu selama 10 terakhir. Proses penelitian meliputi tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis temuan. Analisis mengindikasikan bahwa penerapan bermain peran secara konsisten memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan kemampuan verbal. Temuan utama menunjukkan peningkatan hingga 87,87 % pada indikator keberhasilan berbicara serta penguatan kontrol diri dan empati siswa melalui simulasi situasi yang realistis. Kesimpulan menegaskan bahwa bermain peran merupakan strategi efektif untuk menyeimbangkan perkembangan afektif dan kognitif siswa, sehingga menghasilkan komunikasi yang adaptif dan berempati.    
KAJIAN LITERATUR: PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI JENJANG SEKOLAH DASAR Eka Sefti Ulfin Nadhiroh; Ifa Fatatul Mukarromah; Maftucha Maftucha
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.9218

Abstract

This study examines the impact of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on improving student learning outcomes at the elementary school level, amidst the challenges of modern education that require effective, meaningful, and relevant learning processes in everyday life. A qualitative method with a systematic literature study was conducted by analyzing seven primary journal articles (2020–2025) from sources such as Google Scholar and Indonesian university repositories, using the keywords "Contextual Teaching and Learning", "CTL for improving learning outcomes", and "CTL at various levels of education"; stages include identification, filtering, data extraction based on themes, and descriptive-synthetic analysis with source triangulation. The findings show that CTL consistently drives improvements in cognitive, affective, and psychomotor achievement, such as a jump in scores from 54.77 to 82.27 (A1), 80% completion in cycle II (A2), 60.1% impact on PAI (A6), and motivation reaching 86% (A5), through active student engagement in a real context that avoids the boredom of traditional lecture methods. The main conclusion states that CTL based on constructivism effectively builds deep understanding, motivation, 21st century skills, and character development, so it is considered an innovative strategy for national education policy to create inclusive and sustainable learning. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada peningkatan hasil belajar murid di jenjang sekolah dasar, di tengah tantangan pendidikan modern yang mengharuskan proses belajar yang efektif, bermakna, dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Metode kualitatif dengan studi literatur sistematis dilakukan dengan menganalisis tujuh artikel jurnal utama (tahun 2020–2025) dari sumber seperti Google Scholar dan repositori universitas Indonesia, menggunakan kata kunci "Contextual Teaching and Learning", "CTL untuk peningkatan hasil belajar", dan "CTL di berbagai jenjang pendidikan"; tahapan meliputi identifikasi, penyaringan, ekstraksi data berdasarkan tema, dan analisis deskriptif-sintetis dengan triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa CTL secara konsisten mendorong peningkatan prestasi kognitif, afektif, dan psikomotorik, seperti lonjakan skor dari 54,77 menjadi 82,27 (A1), ketuntasan 80% pada siklus II (A2), dampak 60,1% pada PAI (A6), serta motivasi mencapai 86% (A5), melalui keterlibatan aktif siswa dalam konteks yang nyata yang menghindari kebosanan dari metode ceramah yang tradisional. Kesimpulan utama menyatakan bahwa CTL yang berbasis pada konstruktivisme secara efektif membangun pemahaman yang mendalam, motivasi, keterampilan abad ke-21, dan pengembangan karakter, sehingga dianggap sebagai strategi inovatif untuk kebijakan pendidikan nasional demi menciptakan pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.