Huriah Huriah
FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI TEORI BELAJAR HUMANISTIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI LABSCHOOL PAUD FKIP ULM Huriah Huriah; Ahmad Suriansyah; Rizky Amelia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13041

Abstract

Strengthening character education is important to instill from an early age. This has become a crucial urgency amidst the changing times, globalization, and the decline in recognition of local cultural values ​​among the younger generation. Therefore, children require learning that focuses not only on academics, but also on personality, morals, and social-emotional development. One such theory, humanistic learning theory, is relevant because it emphasizes the development of self-potential, respect for individuals, and child-centered learning. On the other hand, local wisdom contains noble values ​​such as mutual cooperation, courtesy, responsibility, and concern for the environment, which are important to instill from an early age. The purpose of this study is to examine how humanistic learning theory is integrated with local wisdom in Early Childhood Education (PAUD) learning to shape students' character. This study uses a qualitative approach with field research. The research subjects were 18 students at Labschool PAUD FKIP ULM. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation through data validity testing using source and technique triangulation. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The study results indicate that this integration can be implemented through play-based learning activities, positive behavioral habits, teacher role models, regional folklore, and arts and culture as part of South Kalimantan's local identity. This implementation can foster self-confidence, empathy, discipline, responsibility, cooperation, and a love of regional culture. Thus, the integration of humanistic learning theory and local wisdom is an important and relevant strategy for holistically shaping students' character from an early age. ABSTRAK Penguatan pendidikan karakter penting untuk ditanamkan sejak anak usia dini. Hal tersebut menjadi urgensi penting di tengah perkembangan zaman, arus globalisasi, dan terjadinya penurunan pengenalan nilai budaya lokal pada generasi muda. Oleh karena itu, anak memerlukan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, namun juga pengembangan kepribadian, moral, dan sosial emosional. Salah satunya, teori belajar humanistik relevan digunakan karena menekankan pengembangan potensi diri, penghargaan terhadap individu, serta pembelajaran yang berpusat pada anak. Di sisi lain, kearifan lokal mengandung nilai luhur seperti gotong royong, sopan santun, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan yang penting ditanamkan sejak dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana teori belajar humanistik diintegrasikan dengan kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD untuk membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subyek penelitian yaitu peserta didik di Labschool PAUD FKIP ULM dengan jumlah 18 orang anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi melalui uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan bermain sambil belajar, pembiasaan perilaku positif, keteladanan guru, cerita rakyat daerah, seni budaya sebagai identitas lokal Kalimantan Selatan. Implementasi tersebut mampu menumbuhkan rasa percaya diri, empati, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya daerah. Dengan demikian, integrasi teori belajar humanistik dan kearifan lokal menjadi strategi penting dan relevan dalam membentuk karakter siswa secara holistik sejak usia dini.    
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PROFESIONALISME GURU TK Huriah Huriah; Siti Rayhanah; Erni Erawati; Suriansyah Suriansyah; Ratna Purwanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9681

Abstract

ABSTRACT Improving the quality of Early Childhood Education is highly dependent on the professional capacity of teachers, yet the development of this competency is often not systematically planned. This study aims to analyze the principal's leadership strategy in developing professionalism and empowering teachers at Azzahra Kandangan Kindergarten. Using a qualitative approach with a case study method, the research stages included data collection through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies, whose validity was tested through source triangulation. Data were analyzed using an interactive model that encompasses reduction, presentation, and accurate conclusion drawing. The results revealed that the principal implemented humanistic participatory leadership through routine academic supervision and providing equitable learning opportunities for all teaching staff. The findings indicated active collaboration within the internal learning community and teacher involvement in strategic curriculum planning such as the development of RPPH, semester programs, and annual programs. This strategy significantly increased teacher work motivation, self-confidence, and independence in aspects of pedagogical competence and professional personality. The main conclusion confirms that a non-authoritarian leadership style based on collective empowerment can create a supportive school climate that is essential for sustainable professional growth. This research recommendation points to the need for a more integrated teacher development structure to ensure the quality of early childhood education services remains superior and adaptive to the dynamics of modern developments.   ABSTRAK Peningkatan mutu Pendidikan Anak Usia Dini sangat bergantung pada kapasitas profesional guru, namun sering kali pengembangan kompetensi ini belum terencana secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan profesionalisme serta memberdayakan guru di TK Azzahra Kandangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi, penyajian, hingga penarikan simpulan secara akurat. Hasil penelitian mengungkap bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan partisipatif yang humanis melalui supervisi akademik rutin dan pemberian kesempatan belajar yang adil bagi seluruh staf pendidik. Temuan menunjukkan adanya kolaborasi aktif dalam komunitas belajar internal serta pelibatan guru dalam perencanaan kurikulum strategis seperti penyusunan RPPH, program semester, dan program tahunan. Strategi ini secara nyata meningkatkan motivasi kerja, kepercayaan diri, serta kemandirian guru dalam aspek kompetensi pedagogik maupun kepribadian profesional. Simpulan utama menegaskan bahwa gaya kepemimpinan yang tidak otoriter dan berbasis pemberdayaan kolektif mampu menciptakan iklim sekolah suportif yang esensial bagi pertumbuhan profesional berkelanjutan. Rekomendasi penelitian ini mengarah pada perlunya struktur pengembangan guru yang lebih terintegrasi guna memastikan kualitas layanan pendidikan anak usia dini tetap unggul dan adaptif terhadap dinamika perkembangan zaman.