Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN POSISI DUDUK DAN LAMA DUDUK DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA ADMINISTRASI PT. XVL BATAM Juhanda Kartika Wijaya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) is a common musculoskeletal complaint among office workers, often associated with poor sitting posture and prolonged sitting duration. Administrative staff, who spend most of their working hours seated, are particularly vulnerable to this condition. This study aimed to analyze the relationship between sitting position and sitting duration with LBP complaints among administrative workers at PT. XVL, Batam City, in 2024. This quantitative study used a cross-sectional design involving a total sampling of 30 administrative workers. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using univariate and bivariate (Chi-Square/Fisher’s Exact) statistical tests. The results showed that 60.0% of workers had a non-ergonomic sitting position, 53.3% sat for long durations, and 73.3% experienced LBP complaints. Bivariate analysis revealed a significant association between sitting position and LBP complaints (p = 0.041; OR = 0.400; 95% CI 0.066–2.437), as well as between sitting duration and LBP complaints (p = 0.026; OR = 0.278; 95% CI 0.046–1.692). These findings indicate that non-ergonomic sitting posture and prolonged sitting duration significantly increase the risk of LBP among administrative workers. Companies are recommended to provide ergonomics training, ergonomic furniture, and scheduled stretching breaks to reduce this occupational health risk.
Hubungan Masa Kerja, Pelatihan, dan Upaya Pencegahan Kondisi Tidak Aman dengan Kesiapsiagaan Kebakaran pada Pekerja Proyek Konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026 Oktaviani Nur Zarini; Rizqi Ulla Amaliah; Juhanda Kartika Wijaya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12151

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu keadaan darurat berisiko tinggi pada proyek konstruksi karena adanya sumber api, material mudah terbakar, dan aktivitas kerja yang dinamis. Kesiapsiagaan kebakaran pekerja diperlukan untuk meminimalkan risiko kerugian dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan masa kerja, pelatihan, dan upaya pencegahan kondisi tidak aman dengan kesiapsiagaan kebakaran pada pekerja proyek konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 60 pekerja dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden memiliki masa kerja <1 tahun (55%), pelatihan kategori baik (63,3%), upaya pencegahan kondisi tidak aman kategori baik (60%), dan kesiapsiagaan kebakaran kategori siaga (51,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kesiapsiagaan kebakaran (p-value=1,000), sedangkan pelatihan (p-value=0,038) dan upaya pencegahan kondisi tidak aman (p-value=0,010) berhubungan signifikan dengan kesiapsiagaan kebakaran. Disimpulkan bahwa pelatihan dan upaya pencegahan kondisi tidak aman berhubungan dengan kesiapsiagaan kebakaran, sedangkan masa kerja tidak berhubungan dengan kesiapsiagaan kebakaran pada pekerja proyek konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026. Perusahaan disarankan meningkatkan pelaksanaan pelatihan kebakaran secara rutin dan memperkuat pengawasan terhadap kondisi kerja tidak aman.