Kebakaran merupakan salah satu keadaan darurat berisiko tinggi pada proyek konstruksi karena adanya sumber api, material mudah terbakar, dan aktivitas kerja yang dinamis. Kesiapsiagaan kebakaran pekerja diperlukan untuk meminimalkan risiko kerugian dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan masa kerja, pelatihan, dan upaya pencegahan kondisi tidak aman dengan kesiapsiagaan kebakaran pada pekerja proyek konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 60 pekerja dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden memiliki masa kerja <1 tahun (55%), pelatihan kategori baik (63,3%), upaya pencegahan kondisi tidak aman kategori baik (60%), dan kesiapsiagaan kebakaran kategori siaga (51,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kesiapsiagaan kebakaran (p-value=1,000), sedangkan pelatihan (p-value=0,038) dan upaya pencegahan kondisi tidak aman (p-value=0,010) berhubungan signifikan dengan kesiapsiagaan kebakaran. Disimpulkan bahwa pelatihan dan upaya pencegahan kondisi tidak aman berhubungan dengan kesiapsiagaan kebakaran, sedangkan masa kerja tidak berhubungan dengan kesiapsiagaan kebakaran pada pekerja proyek konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026. Perusahaan disarankan meningkatkan pelaksanaan pelatihan kebakaran secara rutin dan memperkuat pengawasan terhadap kondisi kerja tidak aman.
Copyrights © 2026