Margie Subahagia Ningsih
Program Studi Teknik Industri, Universitas Al-Azhar Medan, Sumatera Utara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PAKAN TERNAK PADA PROSES PELLETING DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DI PT. LEONG HUP JAYAINDO Ari Sahputra; Margie Subahagia Ningsih; Rizkha Rida; Sanco Simanullang
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality plays a very important role in reducing production costs, because the lower the number of defective products, the lower the production costs incurred, which can maximize the profits obtained. One way to maintain the quality of the products produced is by establishing quality standards, as having these standards shows that the company takes full responsibility for the products they produce. The animal feed company PT. Leong Hup Jayaindo provides several types of animal feed, one of which is broiler chicken feed 9203 LH in pellet form. Not all animal feed productions are 100% successful. The daily production is 36,250 kg, and about 32 sacks experience damage. The damage standard set by the company ranges from 0.1% to 1%. Because the products produced are diverse and quality control is considered very important, the author is interested in conducting research on quality control of animal feed products using the Statistical Quality Control method.
ANALISIS KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PACKING DI PT. XYZ DENGAN METODE INDUSTRIAL FATIGUE RESEARCH COMMITTEE (IFRC) Azri Rahmat Maklim Nasution; Nabila Yudisha; Margie Subahagia Ningsih; Rahmad Rezeki
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ Tbk Medan Branch is a manufacturing company that produces instant noodles. This company is located in Tanjung Morawa, Deli Serdang Regency, North Sumatra. In facing competition in the current era of globalization, one of the efforts made by this company is to maintain the quality of the products produced so that they remain the main choice of consumers, from LKI data, the most frequent consumer complaints are in the packing section, namely 61.42%. This study aims to analyze worker fatigue at PT. XYZ in the packing section. The number of workers used as samples was 30 workers in the packing section, consisting of 6 seasoning checkers, 6 noodle sorters, 3 operators, 3 assistant operators, and 12 helper packers. Subjective work fatigue analysis used the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire method and workload measurements were carried out which were calculated based on the 10 pulse method. Work fatigue in the production area was light 10%, moderate 63.33% and heavy 26.67%. ​The Pearson correlation values for workload, age, gender, and years of service are 0.893 (very strong), 0.737 (strong), 0.436 (moderate), and 0.363 (low), respectively. The results of the multiple regression analysis indicate that workload is the most influential factor on work fatigue, with a tstatistic value of 6.389.
ANALISIS PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES (SSOP) PRODUK SOAP DI PT. XYZ Indra Lesmana; Margie Subahagia Ningsih; Rizkha Rida; Muhammad Fiza Lubis
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan produk dengan kualitas dan hygiene yang baik menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menjamin keamanan produk sesuai tuntutan konsumen. Salah satu upaya dalam menciptakan produk tersebut yaitu melalui penerapan GMP dan SSOP. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis ketidaksesuaian antara penerapan GMP dan SSOP di PT. XYZ dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI 75/M-IND/PER/2010; (2) menganalisis faktor penyebab ketidaksesuaian pada aspek GMP dan SSOP di PT. XYZ dan (3) merumuskan rekomendasi tindak lanjut pada penerapan GMP dan SSOP di PT. XYZ. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dengan data kualitatif yaitu menggunakan GAP Analysis untuk menganalisis ketidaksesuaian antara penerapan di perusahaan terhadap pedoman GMP dan SSOP, mengetahui faktor apa saja penyebab ketidaksesuaian aspek GMP dan SSOP menggunakan digram sebab akibat dan merumuskan rekomendasi tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GMP dan SSOP yang dilakukan oleh PT. XYZ cukup sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI 75/M-IND/PER/2010. Hasil analisis formulir skoring menunjukkan rata-rata penerapan GMP sebesar 9,01% dan SSOP 16,52%. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan penerapan GMP dan SSOP di PT. XYZ cukup memenuhi pedoman. Berdasarkan hasil pengelompokan ketidaksesuaian GMP dan SSOP ditemukan 0 ketidaksesuaian minor, 2 ketidaksesuaian mayor dan 0 ketidaksesuaian serius. Hasil dari analisis diagram sebab akibat yaitu dari faktor man menunjukkan kurangnya kesadaran, pengetahuan, kepedulian, tanggung jawab, serta pengawasan. Rekomendasi tindak lanjut berdasarkan analisis 5W+1H terhadap ketidaksesuaian mayor diperoleh sebanyak 2 rekomendasi tindak lanjut.
ANALISIS PENGENDALIAN OUT OF SPECIFICATION (OOS) DALAM PROSES PRODUKSI LAURIC ACID MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA DEPARTEMEN BEADING PLANT PT. XYZ Andry Yansa; Margie Subahagia Ningsih; Muhammad Fazri Pasaribu; Masdania Zurairah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i9.12323

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan pengolahan minyak sawit dan turunannya, salah satunya lauric acid. Lauric acid merupakan bahan baku penting bagi berbagai industri, seperti industri kosmetik dan industri sabun. Dalam persaingan yang ketat, PT. XYZ perlu menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Namun, dalam proses produksinya, sering ditemukan produk Out of Specification (OOS), yang mengharuskan adanya pengendalian untuk meminimalkan OOS dan menghemat biaya akibat pengolahan ulang produk OOS. Salah satu metode yang digunakan untuk pengendalian ini adalah metode Statistical Process Control (SPC), yang mengawasi proses produksi dari awal hingga akhir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2024, total produk OOS mencapai 917.401 kg, dengan bulan Desember sebagai bulan tertinggi dengan 188.047 kg, dan bulan Oktober sebagai bulan terendah dengan 6.179 kg. Batas maksimal (UCL) tertinggi dan terendah masing-masing sebesar 0,048 dan 0,042, sedangkan batas minimal (LCL) tertinggi dan terendah masing-masing sebesar 0,039 dan 0,036. Faktor yang mempengaruhi OOS meliputi faktor manusia (kelalaian dan kelelahan), faktor material (suhu material), faktor lingkungan (musim panas dan hujan), faktor proses (kurang pengawasan dan jadwal padat), dan mesin (kerusakan). Rekomendasi perbaikan mencakup penambahan operator dan penguatan SOP, pemeriksaan suhu setiap 2 jam, pengontrolan kondisi lingkungan, penambahan sistem pendingin AHU dan exhaust fan, serta modifikasi sistem pendingin untuk menurunkan suhu air dalam proses automizer di spray tower dan pemeliharaan mesin setiap dua bulan sekali.