Pemenuhan produk dengan kualitas dan hygiene yang baik menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menjamin keamanan produk sesuai tuntutan konsumen. Salah satu upaya dalam menciptakan produk tersebut yaitu melalui penerapan GMP dan SSOP. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis ketidaksesuaian antara penerapan GMP dan SSOP di PT. XYZ dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI 75/M-IND/PER/2010; (2) menganalisis faktor penyebab ketidaksesuaian pada aspek GMP dan SSOP di PT. XYZ dan (3) merumuskan rekomendasi tindak lanjut pada penerapan GMP dan SSOP di PT. XYZ. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dengan data kualitatif yaitu menggunakan GAP Analysis untuk menganalisis ketidaksesuaian antara penerapan di perusahaan terhadap pedoman GMP dan SSOP, mengetahui faktor apa saja penyebab ketidaksesuaian aspek GMP dan SSOP menggunakan digram sebab akibat dan merumuskan rekomendasi tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GMP dan SSOP yang dilakukan oleh PT. XYZ cukup sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian RI 75/M-IND/PER/2010. Hasil analisis formulir skoring menunjukkan rata-rata penerapan GMP sebesar 9,01% dan SSOP 16,52%. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan penerapan GMP dan SSOP di PT. XYZ cukup memenuhi pedoman. Berdasarkan hasil pengelompokan ketidaksesuaian GMP dan SSOP ditemukan 0 ketidaksesuaian minor, 2 ketidaksesuaian mayor dan 0 ketidaksesuaian serius. Hasil dari analisis diagram sebab akibat yaitu dari faktor man menunjukkan kurangnya kesadaran, pengetahuan, kepedulian, tanggung jawab, serta pengawasan. Rekomendasi tindak lanjut berdasarkan analisis 5W+1H terhadap ketidaksesuaian mayor diperoleh sebanyak 2 rekomendasi tindak lanjut.
Copyrights © 2026