Muchammad Aditya Ferdiansyah
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PDRB, IPM, DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI JAWA TIMUR TAHUN 2019–2023 Muchammad Aditya Ferdiansyah; Zulfa Nailin Najah; Arifanny Cindy Saputri; Risky Agustin Widiyanti; I Made Suparta
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2943

Abstract

Provinsi Jawa Timur secara fundamental diakui sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia, yang ditandai dengan masifnya industrialisasi dan tingginya sirkulasi investasi, khususnya di kawasan Gerbangkertosusila. Namun, wilayah ini secara bersamaan menghadapi paradoks pembangunan yang persisten, di mana tingginya output makroekonomi tidak secara otomatis menghapuskan kemiskinan struktural di berbagai kabupaten/kota. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara empiris pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan jumlah penduduk terhadap tingkat kemiskinan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dari tahun 2019 hingga 2023. Desain penelitian kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan memanfaatkan data sekunder berstruktur panel dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data ditransformasikan ke dalam model logaritma natural (log-log) untuk menghasilkan interpretasi elastisitas yang presisi dari masing-masing determinan. Berdasarkan prosedur spesifikasi model yang ketat, termasuk uji Chow dan Hausman, Fixed Effect Model (FEM) ditetapkan sebagai estimator yang paling tangguh dalam mengontrol heterogenitas wilayah. Hasil estimasi membuktikan bahwa kapasitas ekonomi (PDRB) memiliki elastisitas negatif yang signifikan terhadap kemiskinan, mengonfirmasi perannya sebagai pengentas kemiskinan. Sebaliknya, modal manusia (IPM) menunjukkan anomali berupa elastisitas positif yang mengindikasikan adanya structural mismatch di pasar tenaga kerja, sementara jumlah penduduk tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Temuan ini memberikan implikasi kritis bagi pembuat kebijakan, menekankan urgensi pergeseran fokus pada pembangunan inklusif padat karya dan revitalisasi kurikulum pendidikan agar berkesesuaian dengan kebutuhan industri.