Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Was-Was dalam Perspektif Tafsir Ibn Katsir dan Relevansinya dengan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) Nursumayyah Damanik; Farid Adnir
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the concept of was-was according to Ibn Kathīr’s exegesis and its relevance to Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) in modern psychology. Employing a library research method with a conceptual-comparative approach, this research analyzes the interpretation of Qur’anic verses on was-was in Tafsīr Ibn Kathīr and compares them with the clinical characteristics of OCD based on DSM-5 criteria and contemporary psychiatric literature. The findings reveal that was-was and OCD share phenomenological similarities, particularly in the manifestation of recurrent intrusive thoughts, pathological doubt, and compulsive behaviors performed as a response to anxiety. However, fundamental differences remain: was-was is understood as a spiritual whisper originating from satanic temptation that can be overcome through religious practices such as dhikr and isti‘ādhah, whereas OCD is classified as a neuropsychiatric disorder with specific diagnostic criteria, multifactorial etiology, and requires professional clinical intervention. This study concludes that OCD can be regarded as an extreme form of was-was that necessitates an integrative treatment approach combining psychotherapy, pharmacotherapy, and spiritual guidance. This research contributes to the interdisciplinary dialogue between Qur’anic exegesis and mental health studies.
Langkah-Langkah Penafsiran dalam Metode Hermeneutika Mardian Idris Harahap; Bunga Indah; Nursumayyah Damanik; Panda Jaya Halomoan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2349

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai langkah-langkah penafsiran dalam metode hermenenutik yang dijelaskan oleh berbagai pendapat para ulama, yaitu seperti Hasan Hanafi, Hans-Georg Gadamer, Fazlur Rahman dan lainnya. Hermeneutika ini menekankan bahwa pembaca harus masuk ke dunia penulis untuk memahami teks sesuai dengan makna dan maksud pengarang tanpa mengubah esensi pesannya. Perkembangan hermeneutika klasik – modern menandai lompatan jauh dengan meninggalkan subjektivitas pembaca. Disiplin ilmu yang tidak hanya berurusan dengan bagaimana teks itu diproduksi akan tetapi juga bagaimana mereproduksi (makna) teks.