p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kreativitas PKM
Irna Nursanti
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GEN-SEHAT: Pelatihan Kesehatan Reproduksi, Pencegahan Penyakit Kronik, dan Bantuan Hidup Dasar untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Remaja Vokasi di SMK Bina Husada Mandiri Bekasi Irna Nursanti; Harif Fadhillah; Muhammad Hadi; Endang Zakaria; Diana Irawati; Dhea Natashia; Nani Winani; Nendra Bagus Pamungkas; Ade Asrianti; Ade Indah Irmayanti Yusuf; Slamet Slamet
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26649

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk rendahnya literasi kesehatan reproduksi, meningkatnya faktor risiko penyakit kronik, serta kurangnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan yang tepat dapat meningkatkan risiko perilaku tidak sehat dan menurunkan kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi yang komprehensif untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit kronik, dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui program GEN-SEHAT. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan simulasi kepada siswa SMK Bina Husada Mandiri Bekasi. Program terdiri atas tiga sesi utama, yaitu edukasi kesehatan reproduksi, edukasi penyakit kronik, dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta setelah intervensi. Sebanyak 228 siswa mengikuti kegiatan dan mengisi pre-test, sedangkan 161 siswa menyelesaikan pre-test dan post-test secara lengkap. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh domain yang diberikan. Pengetahuan kesehatan reproduksi meningkat dari 6,14 ± 2,10 menjadi 7,58 ± 1,94 (p 0,001), pengetahuan penyakit kronik meningkat dari 6,21 ± 2,34 menjadi 7,81 ± 2,33 (p 0,001), dan pengetahuan Bantuan Hidup Dasar meningkat dari 7,84 ± 2,18 menjadi 9,07 ± 1,60 (p 0,001). Secara keseluruhan, skor pengetahuan total meningkat secara signifikan dari 20,19 ± 5,58 menjadi 24,46 ± 4,92 (t = 11,38; p 0,001). Program GEN-SEHAT efektif meningkatkan literasi kesehatan remaja pada aspek kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit kronik, dan Bantuan Hidup Dasar. Program ini dapat dijadikan model promosi kesehatan berbasis sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan remaja menghadapi berbagai masalah kesehatan. Kata Kunci: Remaja, Bantuan Hidup Dasar, Kesehatan Reproduksi, Penyakit Kronik, Promosi Kesehatan.ABSTRACT Adolescents are vulnerable to various health problems, including limited reproductive health literacy, increasing risk factors for chronic diseases, and inadequate emergency preparedness. Limited access to accurate health information may increase unhealthy behaviors and reduce adolescents' ability to make informed health decisions. Therefore, comprehensive health education programs are needed to improve adolescent health literacy. This community service program aimed to improve students’ knowledge regarding reproductive health, chronic disease prevention, and Basic Life Support (BLS) through the GEN-SEHAT program. The program employed health education, training, demonstrations, and simulations involving students from SMK Bina Husada Mandiri Bekasi. The intervention consisted of reproductive health education, chronic disease prevention education, and Basic Life Support training. Knowledge improvement was evaluated using a pre-test and post-test design. A total of 228 students participated in the program and completed the pretest, while 161 students completed both the pretest and posttest assessments. Significant improvements were observed in all educational domains. Reproductive health knowledge increased from 6.14 ± 2.10 to 7.58 ± 1.94 (p 0.001), chronic disease knowledge increased from 6.21 ± 2.34 to 7.81 ± 2.33 (p 0.001), and Basic Life Support knowledge increased from 7.84 ± 2.18 to 9.07 ± 1.60 (p 0.001). Overall knowledge scores significantly improved from 20.19 ± 5.58 to 24.46 ± 4.92 (t = 11.38, p 0.001). The GEN-SEHAT program effectively improved adolescent health literacy regarding reproductive health, chronic disease prevention, and Basic Life Support. This program may serve as a school-based health promotion model to improve adolescents’ health knowledge and emergency preparedness. Keywords: Adolescents, Basic Life Support, Chronic Disease, Health Promotion, Reproductive Health.
Penguatan Kapasitas Keluarga melalui Edukasi untuk Mendorong Komunikasi Efektif dan Mengurangi Beban Perawatan Pasien Hemodialisis Diana Irawati; Slametiningsih Slametiningsih; Dian Fitria; Irna Nursanti; Dhea Natashia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23740

Abstract

ABSTRAK Pasien yang menjalani hemodialisis membutuhkan dukungan keluarga yang optimal. Namun, keluarga sering menghadapi beban perawatan dan keterbatasan dalam memahami kondisi pasien serta berkomunikasi secara efektif, sehingga dapat memengaruhi kualitas dukungan yang diberikan. Menguatkan kapasitas keluarga melalui edukasi untuk meningkatkan pemahaman penyakit, keterampilan komunikasi terapeutik, manajemen stres, serta mengurangi beban perawatan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui edukasi terstruktur mengenai penyakit dan perawatan hemodialisis, pelatihan komunikasi efektif, latihan teknik manajemen stres, dan diskusi kelompok. Sebanyak tiga puluh empat keluarga pasien berpartisipasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan serta pengukuran beban perawatan menggunakan instrumen beban keluarga. Terdapat peningkatan pengetahuan keluarga sebesar 20% setelah intervensi. Selain itu, terjadi penurunan beban perawatan yang ditunjukkan oleh penurunan rerata skor dan pergeseran kategori beban menuju tingkat yang lebih ringan. Kesimpulan: Edukasi komprehensif efektif dalam meningkatkan kapasitas keluarga, memperbaiki kualitas komunikasi keluarga–pasien, dan mengurangi beban perawatan. Program ini memiliki dampak positif dan berpotensi menjadi model pendampingan keluarga di unit hemodialisis. Kata Kunci: Edukasi Keluarga, Hemodialisis, Beban Perawatan, Komunikasi Terapeutik, Manajemen Stres, Dukungan Keluarga.  ABSTRACT Patients undergoing hemodialysis require strong family support, yet family caregivers often experience a heavy caregiving burden and limitations in understanding the patient’s condition and communicating effectively. To strengthen family capacity through education aimed at improving disease understanding, therapeutic communication skills, stress management, and reducing caregiving burden. Methods: This community engagement program consisted of structured educational sessions on hemodialysis care, effective communication training, stress-management exercises, and group discussions. Thirty-four family caregivers participated. Evaluation included pre- and post-test knowledge assessments and caregiving burden measurements using a standardized family burden instrument. Results: Family knowledge increased by 20% following the intervention. A reduction in caregiving burden was observed, reflected by decreased mean burden scores and a shift toward lighter burden categories. Conclusion: Comprehensive education effectively enhances family capacity, improves patient–family communication, and reduces caregiving burden. This program demonstrates positive outcomes and may serve as a model for family-support interventions in hemodialysis units. Keywords: Family Education, Hemodialysis, Caregiving Burden, Therapeutic Communication, Stress Management, Family Support.