ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi dengan beban tertinggi di Indonesia. Status gizi yang buruk menjadi faktor yang memperburuk perjalanan penyakit TB, namun kepatuhan diet pada pasien TB masih rendah, terutama akibat kurangnya pengetahuan dan peran keluarga yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien TB dan keluarga mengenai diet seimbang berbasis konsep “Piringku” melalui kegiatan pendampingan edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Kelurahan Talang Putri Palembang yang diikuti oleh 34 peserta yang terdiri pasien TB beserta keluarga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi penyusunan menu, simulasi porsi makan dan konseling berbasis keluarga yang dilanjutkan dengan evaluasi berupa pretes dan postes. Hasil kegiatan ini berupa terjadi peningkatan pengetahuan sesudah edukasi. Proporsi peserta dengan pengetahuan baik meningkat dari 14.7% pada pretest menjadi 73.5% pada posttest, dan tidak ditemukan peserta dengan kategori pengetahuan kurang sesudah edukasi. Pendampingan edukasi diet seimbang “Isi Piringku” berbasis keluarga efektif meningkatkan pengetahuan gizi pasien TB. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku makan yang mendukung keberhasilan terapi TB secara berkelanjutan. Kata Kunci: Diet Seimbang, Edukasi Gizi, Pengetahuan, Tuberkulosis. ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains one of the highest-burden infectious disease in Indonesia. Poor nutritional status worsens TB outcomes, yet dietary adherence among TB patients remains low, largely due to insufficient knowledge and suboptimal family support. The services activity aimed to improve the nutritional knowledge of TB patients and their families through family-based balanced diet education using the “Piringku” concept. A community service activity was conducted on May 2026 in Talang Putri, Palembang, involving 34 participant consist of TB patients and family members. Methods included interactive lectures, meal planning demonstrations, portion size simulations, and family-based counselling with pre-test and post-test evaluation. Nutritional knowledge improved significantly following the education. The proportion of participants with good knowledge increased from 14.7% at pre-test to 73.5% at post-test, with no participants remaining in the poor knowledge category after the education session. It concluded that family-based “Isi Piringku” balanced diet education effectively improved nutritional knowledge among TB patients, with potential to promote sustained dietary behavior changes supporting TB treatment outcomes. Keywords: Balanced Diet, Nutrition Education, Knowledge, Tuberculosis.