Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Identifikasi Polimorfisme rs72626594 Gen BMP7 pada Penderita Karies Gigi Purwoko, Mitayani; Anggina, Dientyah Nur
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.03.9

Abstract

Karies gigi adalah demineralisasi substansi anorganik pada permukaan gigi akibat bakteri atau kebiasaan makan dan minum. Karies gigi dapat timbul akibat adanya kerentanan genetik maupun akibat faktor lingkungan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya asosiasi antara polimorfisme gen tertentu dengan timbulnya karies gigi, salah satunya adalah gen Bone Morphogenetic Protein 7 (BMP7). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme rs72626594 gen BMP7 pada penderita karies gigi di Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang diperoleh langsung dari 15 subjek yang dipilih dari populasi umum di kota Palembang melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan biologi molekuler. Anamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan oleh dokter gigi untuk mendiagnosis riwayat karies gigi. DNA diambil dengan cotton bud steril dengan mengusap bagian dalam masing-masing pipi sebanyak tiga kali. DNA dipurifikasi menggunakan kit buatan pabrik. DNA kemudian diamplifikasi menggunakan PCR untuk kemudian di-sequencing. Dari hasil pemeriksaan biologi molekuler diperoleh seluruh sampel kasus dalam penelitian ini memiliki alel G yaitu alel wildtype. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek penderita karies gigi memiliki alel yang umum terdapat di populasi. Meskipun BMP7 dikenal sebagai gen yang berperan dalam pembentukan gigi namun saat ini belum dapat dipastikan apakah BMP7 benar terlibat dalam kejadian karies gigi atau tidak. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai asosiasi antara polimorfisme dengan kejadian karies gigi.
Evaluasi Perilaku Pemberi Pelayanan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul Anggina, Dientyah Nur
Syifa'Medika Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v6i2.1384

Abstract

RSUD Panembahan Senopati Bantul merupakan rumah sakit tipe B non pendidikan yang mengalami peningkatan jumlah kunjungan instalasi rawat jalan setiap tahunnya. Peningkatan jumlah kunjungan ini diikuti oleh peningkatan keluhan pasien terhadap pelayanan. Hal ini dapat dilihat dari hasil survei kepuasan pasien pada bulan Agustus 2009, misalnya antrian yang panjang ketika berobat di poliklinik, dokter kadang-kadang terlambat saat memeriksa/jaga, perawat yang kurang ramah, pemberian penjelasan kurang lengkap dan berbelit-belit. Perilaku dokter dan perawat yang kurang baik di instalasi rawat jalan dapat mempengaruhi proses pemberian tindakan kepada pasien serta ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengevaluasi perilaku pemberi pelayanan, khususnya dokter dan perawat di instalasi rawat jalan dan menganalisis faktor dominan yang berpengaruh terhadap perilaku pemberi pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Responden adalah dokter dan perawat yang masing-masing berjumlah 12 orang dan pasien yang telah memperoleh pelayanan di IRJ sebanyak 96 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner perilaku dan pedoman daftar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik regresi linier berganda. Sebagian besar dokter telah melakukan aktivitas menyapa pasien sebelum melakukan pemeriksaan (81%) dan memberikan penjelasan mengenai penyebab keluhan dan jenis perawatan (83%) serta 100% perawat telah hadir sesuai dengan jam kerja. Namun, sebagian besar pasien masih merasa bahwa perilaku yang ditunjukkan belum memuaskan. Terdapat hubungan yang bermakna antara faktor predisposisi, pendukung, penghambat dan pendorong dengan perilaku pemberi pelayanan. Faktor yang paling dominan adalah faktor pendorong (nilai ?= 0.416). Perilaku pemberi pelayanan di instalasi rawat jalan dalam kategori cukup baik.
Perbandingan Efektivitas Berbagai Jenis Pasta Gigi Bahan Herbal dan Pasta Gigi Bahan Non Herbal Terhadap Pembentukan Plak Anggina, Dientyah Nur; Ramayanti, Indri
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1338

Abstract

Pasta gigi dan menyikat gigi dapat mengendalikan pembentukan plak. Tidak terdapatnya deposit pada rongga mulut seperti plak merupakan indikator tingkat kesehatan gigi dan mulut. Berbagai jenis bahan pasta gigi baik herbal maupun non herbal banyak diperjualbelikan, namun masih terdapat perbedaan mengenai efektivitas pasta gigi tersebut dalam menghambat pembentukan plak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas berbagai jenis pasta gigi bahan herbal dan non herbal terhadap pembentukan plak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan posttest only design group. Responden berjumlah 64 orang yang terbagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu pasta gigi bahan herbal daun teh dan daun sirih, pasta gigi bahan herbal jeruk nipis dan daun sirih, pasta gigi herbal daun sirih, dan pasta gigi non herbal fluoride. Pengukuran indeks plak dilakukan sebanyak 3 kali selama 2 minggu. Hasil penelitian menggunakan uji Repeated Meassure Annova menunjukkan bahwa pasta gigi herbal dan non herbal sama-sama memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan plak (p<0.05). Namun setelah 2 minggu dilakukan pengukuran, terdapat perbedaan yang bermakna antara pasta gigi herbal dan non herbal (p<0,05). Penurunan indeks plak lebih besar pada pengguna pasta gigi herbal setelah 2 minggu penggunaan. Simpulan, pasta gigi bahan herbal lebih efektif dalam menghambat pembentukan plak daripada pasta gigi non herbal.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENGUNJUNG PASIEN DBD YANG DIRAWAT DI RS PALEMBANG Dientyah Nur Anggina; Ahmad Ghiffari; M. Abidinsyah
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i1.1098

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu demam yang bersifat naik turun yang diikuti dengan tanda-tanda kebocoran plasma dan pembentukan platelet < 100.000/mm3 selama 7 hari yang disebabkan oleh virus demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes spp sebagai vektornya. Pencegahan merupakan cara yang tepat untuk mengatasi DBD yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan bagi orang-orang yang beresiko. Pasien yang dirawat di rumah sakit (RS) biasanya dikunjungi rutin oleh keluarga dan orang terdekat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan pengunjung pasien yang dirawat di RS Palembang. Jenis penelitian menggunakan pre–experimental dengan one-group design dimana menggunakan data primer dari semua pengunjung pasien yang didiagnosis penyakit demam berdarah di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) dan RS Palembang Bari dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil menggunakan total sampling. Data yang diperoleh melalui pengisian kuesioner sebelum dan setelah penyuluhan diberikan. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Marginal Homogenity yang menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pemberian penyuluhan (p= 0.000).  Disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan pengunjung pasien yang dirawat di RS Palembang, dan disarankan bagi tim rumah sakit untuk mengedukasi pasien juga pengunjung pasien.
Penyuluhan Peningkatan Kesehatan Gigi Dan Mulut Sebagai Upaya Pencegahan Gigi Berlubang Pada Anak Pra Sekolah Di TK Chiqa Smart Palembang Dientyah Nur Anggina; RA Tanzila; Nanda Kamila Salim
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2700

Abstract

Prevalensi kejadian gigi berlubang paling banyak ditemukan pada usia anak prasekolah yang disebabkan kebiasaan anak makan makanan manis tanpa diikuti perilaku oral hygiene yang baik. Oleh karena itu peran orang tua sangat diperlukan dalam membimbing, memberikan perhatian dan pengertian serta memfasilitasi anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan kepada orang tua siswa mengenai cara mencegah gigi berlubang pada anak, observasi pemeriksaan gigi berlubang pada anak dan praktik menyikat gigi bersama. Pelaksanaan kegiatan dibantu oleh mahasiswa FK UM Palembang dimulai pada bulan November 2019. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan orang tua dan siswa sehingga dapat disimpulkan bahwa penyuluhan pada orang tua dan siswa sangat efektif. Kata Kunci: Penyuluhan, Gigi berlubang, Anak Prasekolah  ABSTRACT The prevalence of dental caries most commonly found in preschool children due to the habit of eating sugary foods without good oral hygiene. Therefore the role of parents is very necessary in guiding, giving attention and understanding and facilitating the children in maintaining their oral health. One of the efforts that can be done by providing knowledge about oral health. The purpose of this activity was to improve the knowledge of the importance of maintaining children’s oral health . The methods used in this activity were giving education to the parents of students regarding the role of parents in preventing dental caries in children, observation of dental caries in children and the practice of brushing teeth together. The activity was assisted by the students of Medical Faculty of UM Palembang and had done in November 2019. The result of this activity was an improvement of parent and children’s knowledge. So, counseling to parents and students is very effective. Keywords: Counseling, dental caries, preschool children 
Influence of Pesticide Intoxication Education on Farmer Knowledge and Attitude in Kalidoni District, Palembang City, Indonesia Thia Prameswarie; Dientyah Nur Anggina; Camelia Panache; Florence Triningtyas
Majalah Kedokteran Bandung Vol 54, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v54n4.2698

Abstract

Knowledge and attitude of farmers are among factors that influence pesticide intoxication in farms. They are influenced by several variables, including education. Farmers’ knowledge and attitude on pesticide intoxication may change after they receive interventions, such as education about pesticides. This study aimed to determine the level of knowledge and attitude of farmers on pesticide intoxication before and after an education session on pesticides in Sei Selincah Sub-district, Kalidoni District. This was a quasi-experimental observational analysis with a two-group pretest posttest design with a control group. This study used primary data from farmers in Sei Selincah Sub-district, Kalidoni District. Sampling was performed using the purposive sampling method and seventy-six respondents who met the inclusion and exclusion criteria were recruited. Results of the statistical tests using the Wilcoxon test showed that there was no difference in the level of knowledge and attitude of farmers before and after education, both fort the intervention group and the control group (p>0.05). Thus, education does not influence the level of knowledge and attitude on pesticides and pesticide intoxication among farmers.
Pengaruh Perilaku Higiene Perorangan terhadap Kejadian Pityriasis Versicolor pada Santri Dientyah Nur Anggina; Thia Prameswarie; Riliani Hastuti; M. Renaldi Fahlevi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i02.1852

Abstract

Pityriasis Versicolor merupakan penyakit yang cukup banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit ini adalah penyakit infeksi kulit superfisial kronik yang disebabkan oleh genus Malassezia. Pondok pesantren merupakan tempat potensial terjadinya penyakit Pityriasis Versicolor karena memiliki higiene perorangan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku higiene perorangan terhadap kejadian Pityriasis Versicolor pada santri. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 88 santri yang diambil dengan metode proportional stratified random sampling. Uji statistik chi-square digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian diperoleh data 57 responden (64,8%) menderita Pityriasis Versicolor dan 41 responden (83,7%) memiliki perilaku higiene perorangan yang buruk. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara perilaku higiene perorangan dengan kejadian Pityriasis Versicolor pada santri (P-value = 0,00005; OR = 7,367). Perilaku higiene perorangan jika ditinjau dari aspek perilaku mandi, tukar menukar handuk dan pakaian berpengaruh secara statistik terhadap kejadian Pityriasis Versicolor (P-value = 0,013; 0,030; 0,001). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perilaku higiene perorangan dengan kejadian Pityriasis Versicolor pada santri.
Aedes Aegypti Hatchability and Larval Development Based on Three Different Types of Water Thia Prameswarie; Indri Ramayanti; Ahmad Ghiffari; Miranti Dwi Hartanti; Dientyah Nur Anggina; Rista Silvana; Ismail Ismail
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1: April 2023
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2023124

Abstract

Clean water reservoirs can become mosquito breeding grounds because water comes from rainwater, water wells, and taps, making them an ideal breeding ground for the Aedes aegypti mosquito vector of the dengue virus. This study aims to determine the hatchability of eggs and the growth of Aedes aegypti in three different types of brooding water in Sako Village, Palembang City. This study is experimental. The sample contains 1200 Aedes aegypti eggs collected from the Health Research and Development Center (Balitbangkes), the Ministry of Health of Indonesia in Baturaja, as well as three types of water collected from the homes of residents suffering from Dengue Hemorrhagic Fever in Sako Village, Sako District, Palembang City. Data was collected through direct observation for 5 days of egg hatching in the third water, which was repeated three times. The study's results were analyzed by the ANOVA, Honest Significant Difference test (BNJ), and R studio software version 4.1.2. The average number of mosquito eggs that hatched in well water was 77.67%, rainwater was 63,335, tap water was 54.67%, and control was 72.33%. There were significant differences in the effects of the three types of air on the larval and pupal stages of Aedes aegypti development. This study shows that Aedes aegypti mosquitos can breed into adults outside of clean water and water that contains soil, such as water wells. Abstrak: Tempat penampungan air bersih dapat menjadi sarang nyamuk, air berasal dapat berasal dari air hujan, sumur air dan ledeng sehingga menyediakan tempat yang baik bagi nyamuk Aedes aegypti vektor virus dengue untuk berkembang biak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tetas telur dan perkembangan Aedes aegypti pada tiga jenis air perindukan di Kelurahan Sako Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel terdiri dari 1200 butir telur Aedes aegypti yang diperoleh dari Litbangkes Kemenkes Baturaja dan tiga jenis air yang diambil dari dari rumah warga yang menderita penyakit Demam Berdarah Dengue yang bertempat tinggal dan menetap di Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Kota Palembang. Pengumpulan data diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung selama lima hari terhadap penetasan telur pada ketiga air tersebut yang dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Hasil penelitian di analisis menggunakan ANOVA, uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan software R studio version 4.1.2. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah telur nyamuk yang menetas di air sumur mencapai 77,67%, air hujan 63,335, dan air PDAM 54,67% dan kontrol sebesar 72,33%. Terdapat perbedaan yang siginfikan pengaruh tiga jenis air terhadap perkembangan stadia larva dan pupa Aedes aegypti. Penelitian ini membuktikan bahwa nyamuk Aedes aegypti mampu berkembang biak menjadi dewasa di luar media air bersih dan air yang dasarnya mengandung tanah seperti air sumur.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN, PERILAKU, SIKAP DAN KEBIASAAN ORAL HYGIENE TERHADAP GEJALA AWAL KARIES GIGI DI SMK NEGERI 8 PALEMBANG Dientyah Nur Anggina; Ahmad Ghiffari; Budi Utama; Resy Asmalia
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 5: Mei 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kerusakan gigi berupa karies gigi pada siswa yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan, sikap dan tindakan siswa tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. menjadi hal penting dalam pembangunan kesehatan. Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang berperan dalam menjaga kesehatan gigi siswa dari karies. Dari 34 responden, usia yang paling banyak adalah usia 16 tahun yaitu sebanyak 17 orang (50,0%); jenis kelamin yang paling banyak adalah laki-laki yaitu sebanyak 22 orang (64,7%). Siswa-siswi SMK Negeri 8 Palembang sudah menerapkan sikap dan kebiasaan yang sesuai dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Tingkat sikap dan kebiasaan siswa-siswi dalam menjaga oral hygiene cukup tinggi. Diharapkan kepada siswa SMK N 8 Palembang untuk meningkatkan oral hygiene agar terhindar dari gejala awal karies gigi.
AKSI PEMBERDAYAAN DAN EDUKASI SECANTING (SEMANGAT CEGAH STUNTING) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 4 ULU PALEMBANG Resy Asmalia; Putri Rizki Amalia Badri; anggina, Dientyah Nur Anggina; Oktarina, Rizki; Habiburrahman, M. Dzaky; Memo Naufal Othman
Bahasa Indonesia Vol 20 No 02 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.202.10

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in children due to malnutrition for a very long time. The prevalence of stunting in South Sumatra reached 28.98%. Interventions that need to be done to reduce the prevalence start from the first 8000 days of life starting (HPK) from toddlers to adolescents. The purpose of this activity was to increase knowledge and improve the health of mothers, toddlers and adolescents so as to reduce the prevalence of stunting. The targets of this activity were mothers who have stunted toddlers, stunted toddlers and adolescent girls in the working area of Puskesmas 4 Ulu Palembang. The methods used were anthropometric measurements on toddlers and adolescents, haemoglobin measurements on adolescents, SECANTING education using snakes and ladders game media and crossword puzzles. Evaluation of the activity was carried out by giving a pretest-posttest questionnaire. The service team involved were the lecturers of FK UMPalembang, UMPalembang’s cross-program students and the PERMAHUM Organisation of South Sumatera. The results of this activity were that participants understood the efforts of providing high protein supplementary food for toddlers and preventing anaemia in adolescent girls as a form of stunting prevention. Suggestions that can be given are to conduct stunting education routinely to reduce the prevalence of stunting and improve the health status of the Indonesian people. Abstrak Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang sangat lama. Prevalensi stunting di Sumatera Selatan mencapai 28.98%. intervensi yang perlu dilakukan untuk menurukan prevalensi tersebut dimulai dari 8000 Hari Pertama Kehidupan dimulai dari balita hingga remaja. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan serta meningkatkan kesehatan ibu, balita dan remaja sehingga dapat menurunkan prevalensi stunting. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita stunting, balita stunting dan remaja putri di wilayah kerja Puskesmas 4 Ulu Palembang. Metode yang dilakukan adalah pengukuran antropometri pada balita dan remaja, pengukuran hemoglobin pada remaja, edukasi SECANTING menggunakan media permainan ular tangga dan teka-teki silang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemeberian kuesioner pretest-posttest. Tim pengabdian yang dilibatkan adalah dosen FK UMPalembang, mahasiswa lintas prodi UMPalembang dan Organisasi PERMAHUM Sumatera Selatan. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta memahami upaya pemberian makanan tambahan tinggi protein bagi balita dan pencegahan anemia pada remaja putri sebagai bentuk pencegahan stunting. Saran yang dapat diberikan adalah melakukan edukasi stunting secara rutin untuk menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia
Co-Authors Agung Andriansyah Ahmad Ghifari Ahmad Ghiffari Alfath, Mochammad Nanda Ardani Alqiftiyah, Khofifah Amanda Mutia Carissa Amar, Ilham Kasbawan Amurothalliba, Alda Ridho Ando Anggara Ardi Artanto Arifin, Stievy Asmalia, Resy Azzahra, Luqyana badri, putri rizki Badri, Putri Rizki Amalia Budi Utama Camelia Panache Daniswara Lucretia Dewi Fortuna Dwi P., M. Amien Erfiana Umar Erlangga Yoga Pratama Erwin Maulana Florence Triningtyas Ghifari, Muhammad Zulisandi Habiburrahman, M. Dzaky Hany Pratiwi Heriyanti, Nurhanni Pebi Indri Ramayanti Indriyani Indriyani Ismail Ismail Ismailsyah, Muhammad Juan Fahirza Putra Liza Chairani Luqyana Azzahra M. Abidinsyah M. Hasnul Fajri M. Kevin Astradarmawan M. Renaldi Fahlevi Malik, Salsabila Hidayati Mayasari, Ni Made Elva Meita Liani Putry Memo Naufal Othman Memo Naufal Othman Miranti Dwi Hartanti Mitayani Purwoko, Mitayani Muhammad Arga Aryo Saleh Muhammad Dzaky Habiburrahman Nanda Kamila Salim Naura Hisanah Ganeshty Nia Ramadhani Syafitri Nur Hartini Oktarina, Rizki Oktariza, Rury Tiara Oktavian, Muhammad Adli Zidan Pramasyastri, Vina Prameswarie, Thia Puput Nafdyla Murti Putri Erlyn Putri, Marina Dwi R.A. Tanzila Rafifah Shabirah Ramadhani, Abeliza Ratih Pratiwi Razaky, Muhammad Roihan Resy Asmalia Resy Asmalia Riliani Hastuti Risdiansyah Risdiansyah Rizanti Fadilah Azzahra Rosita, Yanti Saputra, Cahyo Ansori Sari, Selfiani Talia Shahab, Fadhilah Jasmine Silvana, Rista Suarni, Ertati Tarishah Jannah Fatihah Thia Prameswarie Verdirian Toni Vino Regustian Saputra Wira Swari Zalika, Putri