Ghinna Utari
Institut Sains dan Teknologi Nasional, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbandingan Supervisi Sebelum dan Sesudah Penyuluhan tentang Penyakit Hipertensi pada Lansia Wilya Safitri; Chetryn Simatupang; Muhammad Sukri Hasibuan; Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra; Ghinna Utari; Ainun Wulandari; Lili Musnelina; Siswati Siswati; Jenny Pontoan; Vilya Syafriana; Teodhora Teodhora; Teti Indrawati; Vina Novia; Lidia Anggita Ramadhani
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v4i1.909

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lanjut usia (lansia) dan sering disebut sebagai silent killer karena dapat terjadi tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi serius. Kurangnya pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan faktor risikonya menjadi salah satu penyebab rendahnya upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia terhadap penyakit hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada 21 Desember 2025 di Ciputat, Tangerang Selatan, dengan jumlah responden sebanyak 15 lansia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan desain pre-test dan post-test menggunakan kuesioner dengan pemaparan materi penyakit hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada aspek yang dinilai seperti pengaruh konsumsi makanan tinggi garam dan lemak meningkat dari 40% menjadi 100%, pemahaman pentingnya aktivitas fisik dari 47% menjadi 100%, pengetahuan pengaruh kurang istirahat dan stres dari 53% menjadi 100%, pengetahuan manfaat konsumsi buah dan sayur dari 33% menjadi 100%, serta pemahaman hipertensi sebagai faktor risiko penyakit kronis dari 13% menjadi 100%. Selain itu, kepatuhan minum obat antihipertensi juga meningkat dari 27% menjadi 100%. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa edukasi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan akan literasi kesehatan dan kesadaran lansia dalam pengelolaan penyakit hipertensi yang diharapkan mampu menurunkan resiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup lansia.