Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Islamic Educational Institutions in Strengthening National Values in a Multicultural Society: Evidence from Kudus, Indonesia Ahmad Fatah; Fa’izah Ainun Nufa; Afifatut Thohiroh; Betania Kartika
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 24 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v24i1.12200

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic educational institutions in strengthening national education within the multicultural society of Rahtawu, Muria Kudus. This research employed a qualitative approach. The data were collected through observations, interviews, and documentation involving religious leaders, community leaders, educators, and residents of Rahtawu Village, Kudus. The data were then analyzed using the interactive model proposed by Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Islamic educational institutions strengthen national values through religious education, character building, and various social activities that promote tolerance, mutual cooperation, and social responsibility. In addition, local wisdom traditions, such as sedekah bumi, barikan, and bodo contong, serve as important means of fostering social cohesion, religious moderation, and multicultural awareness. The study reveals that the interaction between Islamic educational values and local traditions creates an inclusive educational environment that supports national unity and peaceful coexistence. This research contributes to the understanding of Islamic education as not only a religious learning space but also a social institution that actively shapes civic identity in multicultural communities.
Tradisi Prasah sebagai Perekat Solidaritas Sosial: Analisis Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons di Desa Sidigede, Jepara Ahmad Raffi; Meilatyas Cahya Zulaikha; Irmawati Irmawati; Ahmad Fatah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i1.3893

Abstract

Tradisi merupakan salah satu unsur penting dalam mempertahankan identitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan tradisi Prasah di Desa Sidigede, Jepara, serta menganalisis fungsinya dalam memperkuat solidaritas sosial menggunakan teori Struktural Fungsionalisme Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen dan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat dan warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Prasah bukan sekadar bagian dari upacara pernikahan, melainkan juga mekanisme sosial yang memperkuat rasa kebersamaan, gotong royong, dan integrasi sosial. Dalam perspektif Parsons, tradisi ini menjalankan fungsi Integration dan Latency dalam skema AGIL, yang menjaga keteraturan sosial melalui pewarisan nilai dan norma kolektif. Dengan demikian, tradisi Prasah memiliki peran penting dalam menjaga kohesi sosial masyarakat Sidigede di tengah arus modernisasi. Kata Kunci: Tradisi Prasah; Solidaritas Sosial; Fungsionalisme Struktural; Talcott Parsons; Desa Sidigede