Epistemologi sumber ajaran akhlak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam karena menjadi landasan dalam memahami asal-usul, validitas, dan implementasi nilai-nilai akhlak. Di tengah berbagai tantangan moral akibat perkembangan globalisasi dan digitalisasi, pendekatan akhlak tasawuf dipandang memiliki relevansi dalam memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui integrasi dimensi spiritual, intelektual, dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epistemologi sumber ajaran akhlak dalam perspektif akhlak tasawuf serta implikasinya terhadap pembentukan karakter dalam pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, hadis, buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi akhlak tasawuf berlandaskan pada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama yang dipadukan dengan akal, penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), latihan spiritual (riyadhah), perjuangan melawan hawa nafsu (mujahadah), serta pengalaman spiritual sebagai proses internalisasi nilai. Integrasi tersebut melahirkan paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter religius, kejujuran, amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, epistemologi akhlak tasawuf memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan insan kamil melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.