Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengawasan dan Evaluasi Pendidikan di SD Negeri 0103 Sibuhuan Elmi Khodijah Daulay; Hikmah Khoriyah Nasution; Masitoh Hsb; Mirna Mutiara Hasibuan; Kiki Rosida Harahap; Siti Mawar Lubis; Rosaida Lubis; Mira Yanti Lubis
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengawasan dan evaluasi pendidikan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya di SD Negeri 0103 Sibuhuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada kegiatan pengawasan dan evaluasi yang dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih berdasarkan keterlibatannya dalam proses pengawasan dan evaluasi pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan dan evaluasi pendidikan di SD Negeri 0103 Sibuhuan telah dilaksanakan melalui supervisi akademik, observasi kelas, monitoring administrasi pembelajaran, rapat evaluasi, serta evaluasi terhadap berbagai program sekolah. Pelaksanaan pengawasan dan evaluasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, kinerja guru, dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan pengawasan dan evaluasi meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang aktif, komunikasi yang baik, kerja sama antarwarga sekolah, komitmen guru, serta adanya program supervisi yang terencana. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pelaksanaan supervisi, tingginya beban administrasi guru, keterbatasan sarana pendukung, dan belum optimalnya tindak lanjut hasil evaluasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan evaluasi pendidikan agar mutu pendidikan di sekolah dapat terus berkembang secara optimal.
Epistemologi Sumber Ajaran Akhlak dalam Perspektif Akhlak Tasawuf dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Karakter dalam Pendidikan Islam Sutan Botung Hasibuan; Alpin Habibi Hasibuan; Julianti Hasibuan; Masitoh Hasibuan; Elmi Khodijah Daulay
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1015

Abstract

Epistemologi sumber ajaran akhlak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam karena menjadi landasan dalam memahami asal-usul, validitas, dan implementasi nilai-nilai akhlak. Di tengah berbagai tantangan moral akibat perkembangan globalisasi dan digitalisasi, pendekatan akhlak tasawuf dipandang memiliki relevansi dalam memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui integrasi dimensi spiritual, intelektual, dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epistemologi sumber ajaran akhlak dalam perspektif akhlak tasawuf serta implikasinya terhadap pembentukan karakter dalam pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, hadis, buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi akhlak tasawuf berlandaskan pada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama yang dipadukan dengan akal, penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), latihan spiritual (riyadhah), perjuangan melawan hawa nafsu (mujahadah), serta pengalaman spiritual sebagai proses internalisasi nilai. Integrasi tersebut melahirkan paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter religius, kejujuran, amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, epistemologi akhlak tasawuf memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan insan kamil melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.