Susiana Jansen
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Sikap Orang Tua Terkait MP-ASI Terhadap Kejadian Diare Berulang Pada Toddler di Kabupaten Bogor Susiana Jansen; Lusyta Puri Ardhiyanti; Rokhaidah Rokhaidah; Lina Ayu Marcelina; Mutiara Zahra; Tatu Latipah; Nathaniella Arafah; Khanza Hanaya Chairunisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59163

Abstract

The WHO states that diarrhea is among the top five causes of death in infants and children. In Indonesia, diarrhea is also an endemic health problem and has the potential to cause an Extraordinary Event (KLB), increasing infant and toddler mortality rates. In West Java, particularly Bogor Regency, the prevalence of diarrhea remains alarming. Mothers' attitudes toward complementary feeding (MP-ASI) are closely related to the practice of providing complementary feeding. Inappropriate attitudes and practices in providing complementary feeding, parenting styles, and recurrent illnesses, especially diarrhea, will further worsen the nutritional status of Indonesian children. The purpose of this study was to examine the influence of maternal attitudes regarding MP-ASI on the incidence of diarrhea in Bogor Regency, West Java. Inclusion criteria for this study included: 1) a parent (mother) and a toddler aged 13–24 months; 2) a parent (mother) who can read. The sample size for this study was calculated using the Lemeshow formula, with 102 respondents.. This study used a cross-sectional method with two variables, namely Independent and Dependent. The measurement tools used in this study were a questionnaire sheet and a WHO nutritional status chart. The results of the statistical test obtained a p value = 0.319 (p > 0.05). This indicates that there is no significant relationship between maternal attitudes regarding complementary feeding and the incidence of diarrhea in toddlers. This means, in this study, maternal attitudes towards the provision of complementary feeding have not been statistically proven to be related to the presence or absence of diarrhea in toddlers. Keywords: complementary feeding, diarrhea, toddlers.
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Bayi Gawat Nafas Dengan Intervensi Quarter Prone Position Terhadap Kestabilan Saturasi Oksigen Dan Respiratory Rate Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa Aryaputri; Susiana Jansen
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1360

Abstract

Masalah pernafasan menjadi salah satu masalah utama yang menyumbangkan angka mortalitas pada neonatus. Sindrom gawat nafas atau Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan masalah yang dapat terjadi akibat defisiensi surfaktan dan imaturitas organ paru terutama pada bayi prematur atau BBLR. Penatalaksanaan RDS secara farmakologis dapat dibarengi dengan penatalaksanaan non farmakologis yaitu pemberian quarter prone position untuk membantu menstabilkan kondisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas posisi quarter prone position terhadap kestabilan saturasi oksigen dan respiratory rate pada bayi gawat nafas. Metode dalam penelitian  menggunakan metode deskriptid dengan melakukan studi kasus pada 2 pasien RDS dan BBLR. Intervensi dijalankan selama 3 hari dalam waktu 60 menit dengan waktu pemantauan 0, 15, 30, dan 60 menit. Alat yang digunakan selama pemberian intervensi adalah kain bedong dan monitoring tanda-tanda vital. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan pada saturasi oksigen dan kestabilan respiratory rate pasien kelolaan dengan peningkatan SpO2 sebesar 2 – 4% dan penurunan respiratory rate 6 – 10x/menit.
Penerapan Pijat Bayi dalam meningkatkan kualitas tidur bayi dengan Pneumonia Sri Melfa Damanik; Anggrayeni Purba; Susiana Jansen; Nur Amri Husna; Apri Rahma Dewi; Dewi Caesaria Fitriani
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.935

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi paru yang sering menyebabkan masalah bersihan jalan napas tidak efektif dan gangguan pola tidur pada anak akibat batuk dan kesulitan bernapas. Pijat bayi merupakan salah satu intervensi nonfarmakologi yang terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur pada bayi. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tindakan keperawatan pijat bayi dalam meningkatkan kualitas tidur bayi dengan pneumonia di Ruang Anak RSUD Budhi Asih Jakarta. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan dua subjek yaitu Pasien-1 (usia 9 bulan, perempuan) dan Pasien-2 (usia 2 tahun 11 bulan, laki-laki), keduanya terdiagnosis pneumonia dan mengalami gangguan pola tidur. Intervensi pijat bayi dilakukan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit, disertai edukasi kepada orang tua. Hasil menunjukkan bahwa setelah tiga hari intervensi, jam tidur kedua pasien meningkat dan keluhan gangguan tidur menghilang. Pijat bayi terbukti efektif sebagai tindakan keperawatan mandiri untuk meningkatkan kualitas tidur bayi dengan pneumonia.