Etika pelayanan yang baik mempunyai dampak positif yang bermakna terhadap kepuasan pasien, yang juga berdampak pada citra rumah sakit. Tingginya etika tenaga kesehatan akan menciptakan persepsi pelayanan positif sehingga kepuasan pasien menjadi maksimal. Berdasarkan studi pendahuluan di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda, didapatkan secara faktual bahwa pasien merasa kurang puas akan etika pelayanan tenaga kesehatan, yang ditandai dengan kurangnya penerapan dimensi empati, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dari petugas. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan harapan pasien, sehingga membuat mereka merasa kurang nyaman dalam menerima pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk mengidentifikasi hubungan etika pelayanan dengan kepuasan pasien. Sampel terdiri dari 152 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, dan analisis dilakukan melalui uji statistik korelasi Spearman Rho yang diproses menggunakan perangkat lunak komputer. Hasil analisis menunjukkan bahwa etika pelayanan tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,376 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa etika pelayanan mempengaruhi kepuasan pasien di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit memperhatikan lebih lanjut pemberian pelatihan etika pelayanan kepada tenaga kesehatan serta melakukan evaluasi kinerja secara berkala untuk memastikan pemberian pelayanan yang humanis, dengan harapan dapat meningkatkan kepuasan pasien.