Wahyu Setiyawan
Akademi Keperawatan Yatna Yuana Lebak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor – Faktor yang Behubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Paroki St. Maria Tak Bernoda Rangkasbitung Wahyu Setiyawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60766

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat pada populasi lanjut usia dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular; data lokal mengenai hipertensi pada komunitas Paroki Santa Maria Tak Bernoda Rangkasbitung masih terbatas sehingga diperlukan kajian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berasosiasi dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik cross-sectional yang melibatkan 80 responden lansia terpilih secara purposive dari populasi lansia pada periode Januari–Juli 2025. Variabel yang diukur mencakup karakteristik demografis, riwayat keluarga hipertensi, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, konsumsi kopi, pola makan, dan aktivitas fisik; instrumen meliputi tensimeter, timbangan, serta kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data terdiri atas analisis univariat dan uji bivariat Kendall’s Tau-b dengan taraf signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden berusia 60–69 tahun; prevalensi hipertensi (≥ stage 1) tercatat tinggi, dengan 65,0% pada stage 1 dan 3,8% pada stage 2. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara kejadian hipertensi dan variabel jenis kelamin (p = 0,014), riwayat keluarga hipertensi (p = 0,002), kebiasaan merokok (p < 0,001), konsumsi kopi (p = 0,029), serta aktivitas fisik (p = 0,007), sedangkan usia, IMT, dan pola makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil penelitian menegaskan kontribusi faktor genetik dan perilaku (merokok, konsumsi kafein, serta tingkat aktivitas fisik) terhadap kejadian hipertensi pada lansia; oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis komunitas yang terfokus pada skrining dini bagi individu dengan riwayat keluarga, program penghentian merokok, edukasi pengurangan konsumsi kafein, serta promosi aktivitas fisik yang adaptif bagi lansia.
Implementation of a Combination of Insulin Therapy and Foot Exercises on Lowering Blood Glucose in Patients with Diabetes Mellitus Wahyu Setiyawan; Nur Mutia Rosita; Purwanto Ika; Sopiah Yayah
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/aacendikiajon.v5i1.82

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia resulting from inadequate insulin production or impaired insulin utilization. Blood glucose can be managed through pharmacological and non-pharmacological approaches. Combining insulin therapy with diabetic foot exercises may improve insulin sensitivity and peripheral blood circulation, thereby helping to reduce blood glucose levels. This study aimed to describe the implementation of combined insulin therapy and diabetic foot exercises in patients with diabetes mellitus at Dr. Adjidarmo General Hospital, Rangkasbitung. A case study design was conducted involving two patients with diabetes mellitus over a three-day observation period. Data were collected through interviews, physical examinations, observations, blood glucose measurements, and documentation. Following the combined intervention for 3 × 24 hours, both patients experienced reductions in blood glucose levels accompanied by improvements in hyperglycemic symptoms, including dizziness, weakness, excessive thirst, and polyuria. These findings suggest that combining insulin therapy with diabetic foot exercises may contribute to improved short-term glycemic control. Nurses play an essential role in providing health education, encouraging treatment adherence, promoting regular foot exercises, and supporting healthy lifestyle practices to maintain blood glucose control and prevent diabetes-related complications.