Lisa Rahmi
Departemen Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jabal Ghafur, Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Temulawak Dalam Meningkatkan Nafsu Makan dan Status Gizi Balita Berisiko Stunting di Desa Grong-Grong, Kab.Pidie Megawati Megawati; Lisa Rahmi; Abqariah Abqariah; Indah Lestari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61470

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting adalah rendahnya nafsu makan yang menyebabkan asupan energi dan zat gizi tidak terpenuhi secara optimal. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman herbal Indonesia yang mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri yang berpotensi meningkatkan nafsu makan melalui perbaikan fungsi pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian temulawak dalam meningkatkan nafsu makan dan status gizi balita berisiko stunting di Desa Grong-grong, Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental menggunakan desain One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 balita berusia 24–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian sirup ekstrak temulawak dua kali sehari selama 30 hari. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner nafsu makan, dan pengukuran antropometri sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji yang sesuai dengan distribusi data pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata nafsu makan meningkat dari 2,45 ± 0,51 menjadi 3,68 ± 0,47 setelah intervensi. Proporsi balita dengan nafsu makan baik meningkat dari 30,0% menjadi 80,0%. Rata-rata berat badan meningkat dari 10,82 ± 1,21 kg menjadi 11,34 ± 1,18 kg, sedangkan nilai rata-rata Z-score BB/U meningkat dari −2,08 menjadi −1,74. Persentase balita dengan status gizi baik meningkat dari 26,7% menjadi 56,7%, sementara status gizi kurang menurun dari 73,3% menjadi 43,3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian temulawak efektif meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki status gizi balita berisiko stunting.Pemberian temulawak selama 30 hari efektif meningkatkan nafsu makan, berat badan, dan status gizi balita berisiko stunting di Desa Grong-grong, Kabupaten Pidie. Temulawak berpotensi menjadi terapi komplementer berbasis kearifan lokal yang mendukung upaya pencegahan stunting apabila dipadukan dengan edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, dan penerapan pola makan bergizi seimbang.
Faktor Yang Memengaruhi Akses Pelayanan di UPTD Puskesmas Masri Masri; Mukhlis Mukhlis; Lisa Rahmi; Nurul Atikah; Abqariah Abqariah
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.171

Abstract

Pelayanan Kesehatan (UPTD) merupakan organisasi kesehatan pelayanan komprehensif, termasuk pengobatan penyakit dan pencegahan kepada masyarakat atau puskesmas merupakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan layanan kesehatan secara paripurna melalui berbagai jenis pelayanan, termasuk rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi akses pelayanan di UPTD Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden, dengan teknik pengambilan random sampling. Variabel dependen penelitian adalah akses pelayanan, sedangkan independen variabelnya adalah faktor sosial ekonomi dan pengetahuan. Analisis bivariat menggunakan uji data kategori chi square Test (X2) pada tingkat kemaknaannya adalah 95% (P ? 0.05). Berdasarkan hasil uji chi square Test (X2) didapatkan dari 60 responden Sosial ekonomi sebanyak 37 orang (84.1%) dengan nilai p-value 0.669 > 0.05, pengetahuan sebanyak 41 orang (89.1%) nilai p-value 0.374 > 0.05. Kesimpulan tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor sosial ekonomi, pengetahuan terhadap Akses Pelayanan di UPTD Puskesmas.