Perkembangan Paroki Kristus Salvator di Jakarta Barat merupakan bagian dari dinamika pertumbuhan Gereja Katolik di wilayah perkotaan yang berlangsung seiring dengan pertambahan jumlah umat, perubahan sosial masyarakat, dan meningkatnya kebutuhan pelayanan pastoral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong perkembangan Paroki Kristus Salvator selama periode 1972–2024, menjelaskan proses perkembangannya, serta mengkaji dampaknya terhadap kehidupan umat Katolik dan masyarakat sekitar. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan arsip paroki, dokumen gerejawi, wawancara, serta berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan paroki dipengaruhi oleh pertumbuhan umat Katolik di wilayah Slipi dan sekitarnya, dukungan para imam CICM, serta keterlibatan aktif umat dalam berbagai bidang pelayanan. Perkembangan tersebut tercermin dalam pembangunan sarana dan prasarana gereja, pembentukan lingkungan sebagai basis pelayanan umat, berkembangnya kelompok-kelompok kategorial, serta meningkatnya partisipasi umat dalam kehidupan menggereja. Paroki Kristus Salvator juga mengalami transformasi dari pusat peribadatan menjadi pusat pembinaan iman, pengembangan komunitas, dan pelayanan sosial yang memperkuat solidaritas antarumat. Di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk, paroki berperan dalam membangun relasi yang harmonis melalui kegiatan sosial dan kerja sama lintas agama. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Paroki Kristus Salvator tidak hanya mencerminkan pertumbuhan kelembagaan Gereja Katolik, tetapi juga memperlihatkan kemampuan paroki untuk merespons perubahan sosial dan kebutuhan umat dalam konteks masyarakat perkotaan yang terus berkembang.