Pemanfaatan sumber pakan hewani alternatif yang mudah diperoleh berpotensi mendukung efisiensi budidaya benih ikan gabus (Channa striata), salah satunya melalui penggunaan bekicot (Achatina fulica). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan bekicot pada dosis berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan gabus. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari di Balai Benih Ikan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan: P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%), P4 (20%), dan P5 (25%) dari bobot ikan uji. Benih ikan gabus yang digunakan berumur 50 hari setelah kuning telur habis. Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan, pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, konversi pakan, serta kualitas air. Hasil menunjukkan kelulushidupan tertinggi diperoleh pada P2 dan P3 (100%) dan terendah pada P5 (90%). Pertumbuhan terbaik secara umum dicapai pada P2, dengan pertumbuhan berat mutlak 1,59 g, pertumbuhan panjang mutlak 1,61 cm, dan laju pertumbuhan harian 5,30%. Nilai konversi pakan terbaik diperoleh pada P1 (0,92). Selama pemeliharaan, kualitas air berada pada kisaran suhu 26–31°C, pH 5–6, oksigen terlarut 3,8–6,2 mg/L, dan amonia 0,07–5,48 mg/L. Disimpulkan bahwa pemberian pakan bekicot pada dosis 10–15% efektif menghasilkan kelulushidupan maksimum, sedangkan dosis 10% memberikan performa pertumbuhan terbaik pada kondisi penelitian.