Hisra Melati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Peningkatan Lama Perendaman Cacing Sutera Menggunakan Larutan Tepung Kunyit Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Try Syaputra; T. Iskandar Johan; Muhammad Hasby; Hisra Melati
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi Mei 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(1).26129

Abstract

Optimalisasi kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus) penting untuk meningkatkan keberhasilan pembenihan. Salah satu pendekatan yang berpotensi dilakukan adalah pengayaan pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) melalui perendaman menggunakan larutan tepung kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peningkatan lama perendaman cacing sutera dalam larutan tepung kunyit terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan lama perendaman dan tiga ulangan, yaitu P1 (30 menit), P2 (35 menit), P3 (40 menit), P4 (45 menit), dan P5 (50 menit). Benih ikan baung berumur 14 hari (berat awal rata-rata 0,09 g/ekor; panjang 0,7 cm/ekor) dipelihara selama masa penelitian dan diberi pakan cacing sutera yang telah direndam sesuai perlakuan. Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan, pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, konversi pakan, serta kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman cacing sutera dalam larutan tepung kunyit berpengaruh sangat nyata terhadap kelulushidupan, pertumbuhan berat dan panjang, laju pertumbuhan harian, serta konversi pakan benih ikan baung. Perlakuan terbaik diperoleh pada perendaman 40 menit (P3), dengan kelulushidupan 98,67%, pertumbuhan berat mutlak 0,44 g, pertumbuhan panjang mutlak 3,47 cm, laju pertumbuhan harian 2,08%, dan konversi pakan 3,73. Disimpulkan bahwa perendaman cacing sutera dalam larutan tepung kunyit selama 40 menit merupakan perlakuan paling efektif untuk meningkatkan kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung.
Pengaruh Pemberian Pakan Bekicot (Achatina fulica) dengan Dosis Berbeda Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Vicky Rahmad Rhomadhan; T. Iskandar Johan; Muhammad Hasby; Hisra Melati; Febry Ferdiyanto Purba
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi November 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(2).26596

Abstract

Pemanfaatan sumber pakan hewani alternatif yang mudah diperoleh berpotensi mendukung efisiensi budidaya benih ikan gabus (Channa striata), salah satunya melalui penggunaan bekicot (Achatina fulica). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan bekicot pada dosis berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan gabus. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari di Balai Benih Ikan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan: P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%), P4 (20%), dan P5 (25%) dari bobot ikan uji. Benih ikan gabus yang digunakan berumur 50 hari setelah kuning telur habis. Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan, pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, konversi pakan, serta kualitas air. Hasil menunjukkan kelulushidupan tertinggi diperoleh pada P2 dan P3 (100%) dan terendah pada P5 (90%). Pertumbuhan terbaik secara umum dicapai pada P2, dengan pertumbuhan berat mutlak 1,59 g, pertumbuhan panjang mutlak 1,61 cm, dan laju pertumbuhan harian 5,30%. Nilai konversi pakan terbaik diperoleh pada P1 (0,92). Selama pemeliharaan, kualitas air berada pada kisaran suhu 26–31°C, pH 5–6, oksigen terlarut 3,8–6,2 mg/L, dan amonia 0,07–5,48 mg/L. Disimpulkan bahwa pemberian pakan bekicot pada dosis 10–15% efektif menghasilkan kelulushidupan maksimum, sedangkan dosis 10% memberikan performa pertumbuhan terbaik pada kondisi penelitian.